Berita Ponorogo
Beredar Pesan Hoax, Permen Jari Mengandung Narkoba di Ponorogo
"Saya kontak ke pengawas, Dinas Pendidikan dan ke Polsek, ternyata nggak ada," terangnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network)..
Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Yoni
SURYA.co.id | PONOROGO - Sudah hampir sepekan ini, beredar broadcast (BC) atau pesan berantai melalui media sosial tentang permen Jari yang diduga mengandung narkoba di Ponorogo.
Isi pesan BC memperingatkan orangtua dan guru supaya anak-anak dan murid tidak mengonsumsi permen Jari yang disebutkan dapat membuat mabuk.
Berikut isi pesan BC tersebut :
Info dari Dinas Kesehatan Kab. Ponorogo
*Permen Jari* ditemukan di sekolah di kecamatan Kauman Sumoroto ...
anak yang mengkonsumsi permen ini tertidur selama 2 hari... seperti orang kecanduan... setiap terbangun minta2 permen jari...
sekarang dalam penyelidikan... mohon hati2 buat kita semua... mohon bu guru dan para orang tua... minta tolong agar anak2 dilarang jajan sembarangan di abang2 yg jualannya aneh2...
(Sumber info : Kapuskesmas Kauman Sumoroto)
Kepala Puskesmas Kauman Sumoroto, Dr. Yunita mengatakan BC yang menyebar di Whatsapp dan Facebook tersebut tidak benar.
Dirinya mengaku mendapat info hoax itu dari Kepala Dinas Kesehatan Ponorogo.
Saya malah dikontak kepala dinas, saya malah nggak tahu," kata Dr Yunita saat dihubungi, Rabu (13/10/2016) sore.
Mendapat informasi dari atasanya, ia mengaku sudah mencoba mencari tahu dengan menanyakan ke Dinas Pendidikan dan Polsek Sumoroto.
"Saya kontak ke pengawas, Dinas Pendidikan dan ke Polsek, ternyata nggak ada," terangnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).
Mengenai broadcas yang mencantumkan Kapuskesmas Kauman Sumoroto sebagai sumber info, dirinya tidak ingin mempermasalahkannya.
"Kalau saya pribadi, seperti itu sudah saya anggap biasa. Karena masing-masing bisa punya medsos dan mengatasnamakan si A atau si B," imbuhnya.
Ditemui di tempat terpisah, Kasubbag Humas Polres Ponorogo, AKP Sudarmanto, mengatakan aparat kepolisian setempat saat ini sedang melakukan penyelidikan mengenai informasi itu.
“Kami mendapat infromasi ada pesan berantai yang menyebutkan ada anak yang tertidur dua hari dan saat bangun anak itu minta permen, dan katanya permen itu mengandung narkoba,” katanya.
Dari hasil penyelidikan, ternyata informasi dalam pesan berantai itu tidak benar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/permen-jari_20161010_123430.jpg)