Musim Haji 2016

Balik ke Indonesia, 2 WNI Tersangka Kasus Haji Ilegal yang 'Nyangkut' di Filipina, Ditahan Polisi

Sebagian besar merupakan pemilik agen perjalanan haji yang memberangkatkan calon jamaah haji ke Arab Saudi melalui Filipina.

Balik ke Indonesia, 2 WNI Tersangka Kasus Haji Ilegal yang 'Nyangkut' di Filipina, Ditahan Polisi
surya/ahmad zaimul haq
Sebanyak 12 Calon Jemaah Haji (CJH) asal Jatim yang sempat tertahan di Filipina terkait dugaan penggunaan visa palsu saat tiba di Terminal 1 (T1) Bandara Internasional Juanda, Minggu (4/9/2016) malam. 

SURYA.co.id | JAKARTA - Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Agus Andrianto mengatakan, dua warga negara Indonesia yang sempat ditahan di Filipina telah kembali ke Tanah Air pada pekan lalu.

Mereka sempat ditahan untuk jadi saksi kasus pemalsuan paspor haji.

Setelah itu, polisi melakukan pemeriksaan terhadap keduanya dan langsung dilakukan penahanan.

"Dua orang sudah kembali, jadi sudah tujuh tersangka yang kami tahan," ujar Agus saat dihubungi, Kamis (6/10/2016).

Namun, Agus enggan menyebut inisial kedua WNI itu.

Sebanyak sembilan orang telah ditetapkan tersangka terkait kasus dugaan penipuan calon jamaah haji. Dua tersangka diantaranya belum ditahan oleh polisi.

Agus mengatakan, salah satu dari mereka merupakan warga negara Filipina yang kini tengah menjalani proses hukum di negaranya dalam kasus pemalsuan paspor.

"Yang satu lagi masih kami cari nih, di mana orangnya," kata Agus.

Kemungkinan, satu tersangka itu belum kembali ke Indonesia setelah melakukan ibadah haji.

Penyidik Bareskrim Polri menetapkan sembilan tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah AS, R, HR, BDMW, MNA, MT, F, AH, dan ZAP.

Sebagian besar dari mereka merupakan pemilik dari sejumlah agen perjalanan haji yang memberangkatkan calon jamaah haji ke Arab Saudi melalui Filipina.

Para pelaku menjanjikan beribadah haji yang lebih cepat dengan menggunakan kuota di Filipina.

Kepada tersangka, polisi menjerat Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Undang-undang Nomor 13 tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji, dan Pasal 378 KUHP tentang Tindak Pidana Penipuan. (Ambaranie Nadia Kemala Movanita)

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA


Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved