Mulai Banyak Perusahaan Pakai Broker Bisnis untuk Go Public
"Padahal dengan go public, keberadaan perusahaan makin bisa menggerakkan perekonomian sebuah negara," tukasnya.
Penulis: Mujib Anwar | Editor: Yuli
SURYA.co.id | SURABAYA - Masih sedikitnya perusahaan yang go public di Indonesia ternyata menjadi ceruk bisnis tersendiri.
Salah satunya, tampak dengan didirikannya perusahaan broker bisnis di bawah payung PT Universal Karya Indonesia.
Holding dengan empat anak perusahaan ini, yakni Broker Bisnis Internasional, PT Garuda Broker Bisnis, PT Indo Broker Bisnis, dan PT Mandiri Broker Bisnis, mengklaim sebagai perusahaan pertama di Indonesia yang fokus sebagai broker bisnis untuk perusahaan yang ingin berkembang.
Direktur PT Universal Karya Indonesia Maxmillian Wienaerdi mengatakan, meski bisnis yang digelutinya merupakan hal baru di Indonesia. Di luar negeri, seperti Amerika dan Singapura, perusahaan yang fokus menjadi broker bisnis sudah lama ada.
Sehingga untuk bisa berkembang, sebuah perusahaan memanfaatkan jasa broker bisnis itu sudah biasa.
"Tapi di Indonesia, itu belum dilakukan," ujarnya, Rabu (5/10/2016).
Namun, setelah setahun dirinya menjadi broker bisnis, ternyata animo cukup bagus. Banyak perusahaan dalam negeri yang memanfaatkan jasanya. Agar perusahaan yang awalnya go private bisa menjadi go public, dengan pembiayaan alternatif dari non bank.
Wienaerdi mencontohkan PT Garuda Broker Bisnis. Saat ini, ada 10 perusahaan go private dengan aset minimal Rp 5 miliar yang menggunakan jasanya agar bisa go public. Mereka bergerak di berbagai sektor, mulai mining, perdagangan, hingga teknologi.
"10 perusahaan itu, tidak hanya perusahaan besar dan menengah saja. Ada juga yang startup dan perusahaan yang menjual ide bisnis saja," terangnya.
Agar bisa go public, pendampingan akan diberikan selama lima tahun. Selama rentang waktu tersebut, pihaknya selaku broker akan mencarikan dan mempertemukan perusahaan dengan pembeli maupun pemodal.
Baik dengan investor lokal, investor langsung, maupun ventura capital dari sejumlah negara, yakni Amerika, Singapura, Malaysia, dan Australia.
"Makanya dalam bergerak, kita selalu berkoordinasi dengan BEI (Bursa Efek Indonesia)," tegasnya.
Asisten Branch Manager PT Garuda Broker Bisnis Yuvi menambahkan, selama berada di inkubator, perusahaan go private yang mau go public harus membuat rencana bisnis selama lima tahun.
Konsultasi dan evaluasi terus menerus juga akan dilakukan, agar kalau dijual dan melepas sahamnya untuk memperoleh modal yang nilainya bisa tiga kali lipatnya dari perbankan.
"Dengan begitu, proses go public sesuai syarat yang ditentukan," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-jatim-bursa-efek-indonesia-bei-surabaya_20161005_195824.jpg)