Musim Haji 2016
VIDEO - Inilah Sosok Suami Istri di Gresik Pembawa Rp 2 Miliar dan Tertahan di Madinah
Saat ini, rumah Adhim terlihat sepi. Sebab, selama ditinggal ibadah Haji, rumah tersebut hanya dihuni anak terakhir yang masih kecil dan...
Penulis: Sugiyono | Editor: Yuli
SURYA.co.id | GRESIK - Warga Desa Tebaloan, Kecamatan Duduksampean, Gresik, tertahan di embarkasi Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, Arab Saudi gara-gara membawa uang tunai Rp 2 miliar.
Mereka adalah suami istri Ansharul Adhim Abdullah (47) dan Sri Wahyuni (36), warga Desa Tebaloan, Kecamatan Duduksampeyan. Seorang lagi di Kecamatan Cerme.
LIHAT JUGA: VIDEO - Haji dari Gresik Pembawa Uang Rp 2 Miliar di Madinah itu Ternyata. . .
Seharusnya, mereka sudah tiba bersama rombongan lain yang diberangkatkan anak perusahaan PT Semen Indonesia, Persero Tbk, Selasa (4/10/2016).
Bagaimana sesungguhnya kehidupan pasangan suami istri itu?
Kepala Desa Tebaloan, Sholkan, mengaku tidak tau banyak tentang perilaku dan keseharian keluarga Ansharul Adhim.
Adhim kabarnya bekerja di yayasan wilayah Surabaya. "Adhim jarang bergaul dengan tetangga. Mungkin karena kesibukannya. Dan pulangnya tidak setiap hari," kata Sholikan kepada wartawan.
Tetangga Adhim juga mengatakan bahwa Adhim termasuk pendiam dan jarang di rumah.
"Pulang sepekan sekali. Nanti tidak lama keluar lagi," kata Asmaul Hadi tetangga Adhim, saat berkumpul bersama warga lainnya di depan rumah Adhim.
Saat ini, rumah Adhim terlihat sepi. Sebab, selama ditinggal ibadah Haji ke Tanah Suci Mekah, rumah tersebut hanya dihuni anak terakhir yang masih usia 4 tahun bersama ibu angkatnya.
"Saat berangkat haji, warga dan saudara ikut mengantar ke Wisma A Yani, Semen Gresik. Ada 5 mobil pribadi yang mengantarkan ke wisama Ayani. Kemudian ada yang sampai ke asrama haji," kata Ibu-ibu yang tidak mau disebutkan namanya.
Namun, kabar bahwa Ansharul Adhim dan Sri Wahyuni ditahan di Madinah sudah menyebar di masyarakat.
Bahkan penjual bakso keliling kampung juga mengetahui kabar tersebut.
"Pak Adhim anaknya tiga. Dua di pondokan dan yang kecil di rumah sama ibu angkatnya," kata Ibu-ibu.
Rumah Adhim juga terlihat sederhana dibandingkan dengan tetangganya. Hanya yang membedakan dengan tetangga yaitu ada antena parabola sedangkan tetangganya hanya antena TV pada umumnya.
"Sinyal TV memang sulit. Saya pasang antena di atas genteng gambar TV masih kurang jelas. Kalau parabola ya jelas," imbuhnya.