Berita Pendidikan Surabaya
Gandeng USAID Kemenag Prioritas Mutu Madrasah lewat Deseminasi
"Persoalan besar kami membina guru sekian banyak yang mayoritas non-PNS, yang perekrutannya berdasarkan standart dan aturan yayasan."
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Kecintaan masyarakat terhadap lembaga madrasah di pelosok daerah, membuat Kementerian Agama Wilayah Provinsi Jawa Timur harus mengimbanginya dengan mutu berkualitas. Ini mengingat di sejumlah daerah, madrasah masih dipandang perlu mendapatkan perhatian khusus.
Menurut Hani'ah, kepala Kasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Pendidikan Madrasah, Kanwil Kemenag Provinsi Jawa timur menuturkan dari 211 ribu lebih guru madrasah, 19.000 di antaranya adalah PNS. Sementara sisanya adalah guru non-PNS yang kebanyakan direkrut oleh pihak yayasan.
"Persoalan besar kami membina guru sekian banyak yang mayoritas non-PNS, yang perekrutannya berdasarkan standart dan aturan yayasan. Sehingga ketika dia sudah menjadi guru tentu jadi tanggungan kita. Dari situ yang memenuhi kualifikasi dan mempunyai kompetensi menjadi problem besar bagi kami," jelasnya, Jumat (23/9/2016) usai mengisi acara Workshop Rencana Strategis untuk Deseminasi Praktik Baik Program Usaid Prioritas di Lingkungan Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur.
Dari jumlah ini yang sudah sertifikasi hanya seperempatnya atau sekitar 50.000an, baik PNSdan non-PNS.
"PNS relatif tidak ada masalah, dia disertifikasi sesuai dengn kualifikasi akademiknya. Non-PNS ini yang bermasalah, ada yang dari jurusan teknik dan sebagainya," keluhnya.
Untuk pemenuhan kebutuhan agar sesuai standart madrasah ini, Kemenag bekerja sama dengan United States Agency for International Development (USAID) Prioritas program mereka yaitu deseminasi Praktik Baik, terhitung mulai 2016 sampai April 2017.
Kepala Balai Diklat Kemenag Jatim, Muchammad Toha menuturkan merasa terbantu dengan adanya program USAID Prioritas. Pihaknya menuturkan ini karena balai diklat tidak memiliki jangkaun yang luas.
"Siapapun guru-guru kita yang sudah pernah bersentuhan dengan Usaid luar biasa. Karena hasilnya bagus Idelanya ini terus dilakukan. Balai diklat jangkauannya tidak bisa luas, ini karena alasan klasik," katanya.
Lutfi Firdausi, Governence and Managemen Spesialis USAID prioritas menuturkan diseminasi praktik baik program USAID prioritas di lingkungan kemenag ditujukan bagi 101 madrasah di Jawa Timur.
"Itu menjangkau 38 pengawas, 675 kepala madrasah, 1.998 guru, dan 156 komite. Diseminasi praktik baik meliputi budaya baca, pembelajaran aktif (PAKEM jenjang MI dan CTL jenjang MTs), manajemen berbasis sekolah (MBS), tatakelola guru, dan pendidikan inklusi," jelasnya.
Lutfi menambahkna sampai hari ini mitra Usaid terdiri dari 11 Kabupaten, sementara untuk prioritas tidak penuh (hanya pemberian buku) mencakup 8 kabupaten.
Di antaranya Pamekasan, Blitar, Situbondo Mojokerto, Lumajang, Ngawi, Batu, Lamongan, Banyuwangi, Jombang. Dan selain prioritas yaitu Pasuruan, Sidoarjo, Sampang, Bangkalan, dan Tuban.
"Surabaya dulu menjadi bagian dari selain prioritas. Tapi tahun ini mungkin karena merasa sudah bisa sendiri dan mereka sudah ada MoU dengan kampus, seperti Unesa maka tidak ada tanggapan lagi," tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-beasiswa-madrasah_20160329_110051.jpg)