Berita Kampus Surabaya
Pakar Chanoyu dari Jepang Gelar Upacara Minum Teh di Unitomo, ternyata ini Tujuannya
Dengan memakai Yukata, baju tradisional Jepang, Mayumi menyiapkan berbagai perlengkapan membuat teh dari Matcha.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Upacara minum teh di Jepang atau biasa disebut Chanoyu. Chanoyu tidak hanya sekedar acara berkumpul lalu minum teh, tetapi budaya tradisional bercitarasa dan tidak sembarangan orang dapat mempraktikkan chanoyu secara benar.
Program Studi Sastra Jepang, Fakultas Sastra, Universitas Dr Soetomo (Unitomo) mengadakan Chanoyu bersamaan dengan workshop Mayumi Nomura, pakar Chanoyu langsung dari Tokyo Jepang, Kamis (22/9/2016).
Dengan memakai Yukata, baju tradisional Jepang, Mayumi menyiapkan berbagai perlengkapan membuat teh dari Matcha.
Matcha merupakan teh hijau yang sudah berbentuk serbuk dengan takaran tertentu diambil menggunakan teh sendok (chashaku).
Kemudian diaduk dengan air hangat dalam mangkuk teh (chawan). Pengaduknya terbuat dari bambu yang dinamakan chasen.
"Mangkuk kemudian disajikan kepada tamu kehormatan, baik oleh tuan rumah atau asisten. Mangkuk ini diberikan kepada tamu pertama sambil membungkuk. Setelah tamu pertama ini membungkuk kepada tamu kedua sebagai tanda hormat pada tuan rumah," papar papar Mayumi, sambil memimpin upacara minum teh dihadapan rektor dan tamu undangan yang mempelajari Chanoyu, Kamis (22/9/2016).
Mayumi menambahkan, mangkuk tersebut diputar untuk menghindari meminum dari bagian depan mangkuk, panandanya ada pada gambar di mangkuk.
"Jadi gambar diputar sampai menghadap tuan rumah sebelum diminum," imbuhnya.
Kemudian tamu akan mencicipi teh 1 kali teguk, setelah itu membisikan ungkapan yang telah ditentukan seperti pujian atau rasa terima kasih.
Tamu juga harus melanjutkan meminum lagi teh tersebut 2 sampai 3 kali hingga habis. Setelah selesai, tamu tersebut menyeka bagian pinggir mangkuk itu. Kemudian mangkuk diputar kembali ke posisi awal sebelum dikembalikan dan dicuci oleh tuan rumah.
"Di beberapa upacara, ada yang minum dari satu mangkuk untuk semua tamu, ada juga setiap tamu akan meminum teh dari mangkuk masing-masing tetapi urutan minum tehnya sama saja," lanjutnya.
Gerakan lembut dan santun juga ditunjukkan dalam membersihkan perlengkapan dan cawan sebelum dipakai untuk menyeduh teh.
Dikatakannya, ritual membersihkan peralatan ini dilakukan dihadapan para tamu dengan urutan yang tepat dan dengan gerakan yang telah ditentukan. Ketika ritual pembersihan itu telah selesai, dan peralatan telah ditaruh ditempat yang sesuai.
"Hal ini dilakukan untuk menunjukkan perilaku menjaga kebersihan makanan untuk para tamu. Dalam upacara ini, tamu tak harus memakai Yukata, tetapi jarang terjadi percakapan. Mereka lebih banyak berdiam. Para tamu bersantai dan menikmati suasana tenang yang tercipta dari suara air dan api, aroma dupa dan teh, dan keindahan serta kesederhanaan dari rumah teh dan dekorasi musiman yang sesuai,"lanjutnya.
Selama 11 tahun ia mempelajari upacara minum teh. Budaya minum teh juga sudah bukan lagi keharusan bagi setiap keluarga di Jepang. Melainkan lebih pada melestarikan tradisi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-kampus-upacara-minum-teh-di-unitomo_20160922_195833.jpg)