Pendidikan Surabaya
Ternyata Ada 115 Nama Siswa Terdata Ganda di 80 Sekolah
admin atau operator di sekolah baru dengan operator kami tidak berkomunikasi. Jadi datanya bisa double,”ungkapnya ketika dikonfirmasi SURYA.co.id, Rab
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Yoni
SURYA.co.id | SURABAYA - Berdasarkan hasil validasi data pokok pendidikan (dapodik) tanggal 19 September 2016, sistem mendeteksi kuat adanya peserta didik berganda.
Kevalidan dapodik ini dibutuhkan sebagai sumber data program-program utama di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, salah satunya adalah program BOS.
Peserta didik berganda merupakan peserta didik yang diidentifikasi sama namun terdaftar lebih dari satu sekolah.
Identifikasi tersebut dilihat dari kesamaan ID peserta didik, nama, tanggal lahir, nama ibu kandung, nama ayah, dan NISN.
Data ini dinilai tidak valid karena tidak mungkin pada waktu yang sama peserta didik terdaftar aktif pada lebih dari satu sekolah.
Dari data yang diumumkan Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya melalui websitenya.
Terdapat 115 nama siswa yang terdata ganda di 80 sekolah.
Beberapa diantaranya berada di satu sekolah, sedangkan lainnya berada di sekolah lain. Data ganda in berstatus aktif, sehingga sekolah diminta memperbaiki dapodik yang dimiliki.
Kepala SMKN 12 Surabaya, Abdul Rofiq menjelaskan ada 1 nama siswa di sekolahnya yang terdata aktif di sekolah lain. Hal ini ia ketahui dari hasil validasi yang diberikan tim BOS pada sekolah-sekolah. Menurutnya, siswa disekolahnya tersebut telah mengundurkan diri pertahun ajaran 2016-2017 karena tinggal kelas.
“Anaknya sepertinya daftar jadi siswa baru di sekolah swasta. Dan admin atau operator di sekolah baru dengan operator kami tidak berkomunikasi. Jadi datanya bisa double,”ungkapnya ketika dikonfirmasi SURYA.co.id, Rabu (21/9/2016).
Masalah dapodik berkaitan dengan mutasi siswa dikatakannya tidak pernah terjadi data ganda. seperti 4 siswa lainnya yang mutasi tahun ini. Lantaran adanya komunikasi dengan sekolah baru yang ditempati siswa.
“Validasi selalu dilakukan rutin apalagi menjelang pencairan dana bos setiap triwulannya. Ada istilahnya cut off, jadi dihimbau seluruh sekolah untuk memperbaiki data yang belum sinkron,”lanjutnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).
Lain halnya dengan yang dialami SD Muhammadiyah 4 Surabaya.
Disekolah yabg berada di Pucang ini terdapat 3 siswa yang terdata ganda.
Menurut Kepala SDM 4 Surabaya, Edy Susanto mengungkapkan data ganda di sekolahnya karena memang kelalaian operator sekolahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-surabaya-ilustrasi-siswa-sma_20160615_131749.jpg)