Minggu, 19 April 2026

Pendidikan Surabaya

Kini, Aplikasi Ulangan Harian Hingga Website Dindik Jadi Pembelajaran Online

“Ada juga Surabaya Belajar dari Dindik (Dinas Pendidikan) yabg digunakan untuk mempublikasikan karya guru,” jelasnya ketika dikonfirmasi SURYA.co.id,

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Yoni
surya/Sulvi Sofiana
Siswa SMAN 16 saat menunjukkan website untuk pembelajaran online yang akan mulai mereka akses untuk UTS,Selasa (20/9/2016) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Potensi untuk aplikasi pendidikan pembelajaran online telah berkembang.

Siswa tidak hanya dapat mengakses pengetahuan dari buku pelajaran, tetapi juga dapat mengakses materi pelajaran dari luar sekolah.

Guru dan siswa dapat memperoleh informasi yang banyak, tidak terbatas, dan dapat di akses dengan memakai sistem pembelajaran online.

Beberapa sekolah di Surabaya juga telah menerapkan sistem ini, apalagi bagi sekolah yang sudah memakai ujian nasional berbasis komputer seperti SMAN 16 Surabaya.

Menurut wakil kepala SMAN 16 urusan kurikulum, Ridwan, tren pembelajaran online menggunakan 3 akses. Yaitu akses aplikasi software yang terhubung dengan server sekolah yaitu CBT Exam untuk ujian. Kemudian aplikasi untuk menyimpan bahan ajar yaitu Quipper School.

“Ada juga Surabaya Belajar dari Dindik (Dinas Pendidikan) yabg digunakan untuk mempublikasikan karya guru,” jelasnya ketika dikonfirmasi SURYA.co.id, Selasa (20/9/2016).

Saat inj, menurutnya pihak sekolah masih berusaha menerapkan ujian secara online. Hanya beberapa guru yang sudah mengaplikasikannya pada penyimpanan bahan ajar online.

Inipun terbatas guru IPA dan siswa kelas XII. Targetnya saat Ujian Tengah Semester (UTS) siswa bisa melaksanakan ujian secara online.

“Nanti semua pelajaran UTS online, hanya pada pelajaran seni budaya yang masih tulis,karena penekanan lebih pada praktek,” lanjutnya.

Dengan sistem ini, siswa dan guru dapat meningkatkan pembelajran di kelas dengan mengakses materi pelajaran melalui smartphone mereka. Bahkan, berkomunikasi melalui komputer dengan siswa lain atau dengan para ahli di bidang studi tertentu, dan saling bertukar informasi.

Siswa kelas XI SMAN 16, Aulya Dea Novanka (16) dan Kania Azzahra (16) menjelaskan mereka masih awam terhadap ujian online. Apalagi jika harus mempelajari materi lewat gadget.

“Kalau kami belum bisa akses sih,belum ada materinya juga. Tapi kalau ada juga lebih enak, kalau lupa bawa buku bisa belajar di hp,”terang Aulya.

Sementata itu, Humas Dindik Surabaya, Eko Prasetyoningsih menjelaskan setiap sekolah diijinkan untuk menerapkan pembelajaran online. Dengan tujuan menyimpan bahan ajar atau mengenalkan teknologi dalam mengakses materi hingga ujian.

“Materi pembelajaran biasanya masih IT yang online. Tetapi kalau sekolah pakai aplikasi ya wewenang sekolah,” jelasnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Ia melanjutkan sebgaian besar sudah menerapkan untuk ulangan formatif atau sumatif. Sistem yang digunakan masih memakai line atau online lokal seperti ujian nasional berbasis komputer.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved