Jumat, 10 April 2026

Berita Banyuwangi

Seblang Banyuwangi, Tarian Lawas yang Mampu 'Hipnotis' Turis Asing dan Lokal

Seblang atau mystic dance merupakan tradisi yang telah berumur ratusan tahun.

Penulis: Haorrahman | Editor: Titis Jati Permata
surya/haorrahman
Tradisi tari Seblang di Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi‎, yang menark perhatian turis lokalan asing, Minggu (18/9/2016). 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Suku asli Osing Banyuwangi kembali menggelar ritual adat sepekan setelah perayaan Idul Adha.

Kali ini di Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah digelar Seblang Bakungan, Minggu (18/9/2016) di Balai Desa Bakungan.

Seblang atau mystic dance merupakan tradisi yang telah berumur ratusan tahun. Meski demikian, tradisi ini tetap digemari oleh tua dan muda.

Bahkan meski Seblang digelar di jalan kecil, juga menarik perhatian wisatawan asing.

Donal Mc Kenzie, bule asal Inggris, yang datang bersama temannya mengatakan sengaja datang dari Bali untuk menyaksikan beragam festival di Banyuwangi, mulai Gandrung Sewu hingga malam Seblang.

Menurut Kenzie, semua eventnya Banyuwangi bagus- bagus dan menarik. "I'm so excited to be here (Saya senang berada di sini, Red)," ujarnya.

Banyak anak-anak muda laki-laki dan perempuan menyaksikan Seblang. Seblang Bakungan yang merupakan salah satu rangkaian Banyuwangi Festival (Be-fest) 2016 ini, adalah tarian yang dibawakan oleh wanita tua dalam kondisi kerasukan roh atau tidak sadar diri.

Seblang tahun ini ditarikan oleh Supani (63). Supani adalah seorang wanita tua keturunan Seblang yang telah menari ritual seblang selama tiga tahun berturut-turut.

Dia juga merupakan keturunan Seblang Misna yang telah pensiun 13 tahun yang lalu.

Ia menari selama semalam penuh dengan gending lagu-lagu yang penuh dengan mantra.

Setelah dibacakan mantra dan doa, sesaat kemudian Seblang tidak sadarkan diri dan menari dengan mengikuti irama gending dinyanyikan.

Gending-gending yang dikumandangkan untuk mengiringi penari seblang itu ada 13 gending, di antaranya Seblang Lukinto, Podo Nonton, Ugo-ugo dan Kembang Gading.

"Kami ingin seni dan budaya Banyuwangi terus eksis dan mendapatkan panggung untuk bisa ditampilkan ke khalayak luas,"kata Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko.

Tujuan tradisi Seblang Bakungan ini kata Wabup, adalah untuk bersyukur kepada Allah dan memohon agar seluruh warga desa diberi ketenangan, kedamaian, keamanan dan kemudahan dalam mendapatkan rezeki yang halal serta dijauhkan dari segala mara bahaya.
Sebelum Seblang dimainkan, digelar tumpengan bersama warga disepanjang jalan menuju Bakungan yang dimulai seusai maghrib.

Sebelumnya warga sholat magrib dan sholat hajat di Masjid desa. Lalu dilanjutkan parade oncor (obor) yang dibawa berkeliling desa (ider bumi).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved