Citizen Reporter
Inilah Yang Terjadi Ketika Cokelat Selingkuh dengan Brem
saat cokelat selingkuh dengan brem.. inilah buah perselingkuhan keduanya..
Reportase : Endah Dwi Novitasari
Mahasiswa jurusan Pendidikan Luar Biasa Universitas Negeri Malang
SIAPA yang tidak suka cokelat? Camilan yang disukai hampir semua kalangan bisa tampil dalam beragam wajah dan rasa. Cokelat isi kacang rasanya sudah terlalu biasa di lidah.
Bagaimana bila cokelat bertemu brem, jajanan tradisional khas Madiun yang terbuat dari saripati fermentasi ketan dengan rasa khas?
Itu yang tidak pernah terpikirkan oleh konsumen. Inovasi rasa cokelat berpadu brem ini dikenalkan dengan nama baru, Chocobrem. Bukan brem rasa cokelat, tetapi cokelat isi brem.
Lahir dari tangan kreatif Hendri Widodo, pertemuan cokelat dengan brem Madiun ini terasa sukses menyuguhkan varian rasa baru nan luar biasa menggoda.
Rasa manis legit cokelat terasa mengelus lidah dan begitu potongan brem yang ada di dalam cokelat tergigit... hmmm rasa semriwing brem pun ganti menyuguhkan sensasi unik saat berbaur dengan cokelat. Terbayangkan kan rasanya?
Ternyata Chocobrem adalah cokelat cair yang diisi dengan potongan brem di dalamnya, kemudian dibekukan.
Nah, di rumah produksi Brem Istimewa Desa Bener, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun inilah Chocobrem Djarubang dipasarkan. Harga yang ditawarkan cukup terjangkau, hanya sebesar lima ribu rupiah sudah dapat merasakan Chocobrem kemasan 45 gram, dan sebesar sepuluh ribu rupiah untuk kemasan Chocbrem 100 gram.
Nama Chocobrem Djarubang ternyata diambil dari cokelat yang isinya brem dan Djarubang merupakan nama jaman dulu Kota Caruban, kota kecil yang terkenal di kabupaten Madiun.
Ternyata inovasi kreatif ini sukses meningkatan peminat jajanan tradisional brem dan dapat dijadikan buah tangan yang pantas ketika berkunjung di Madiun.