Berita Sidoarjo
Warga Perumahan Binangun di Sidoarjo Ributkan Pembangunan Sutet PLN
Warga Perumahan Makarya Binangun, Waru, Sidoarjo, Rabu (15/9/2016), melakukan demo penolakan rencana pembangunan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi.
Penulis: Sigit Sugiharto | Editor: Yuli
SURYA.co.id | SIDOARJO - Ditengarai belum ada kesepakatan, warga Perumahan Makarya Binangun, Waru, Sidoarjo, Kamis (15/9/2016), melakukan demo penolakan rencana pembangunan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) milik PLN Jawa Bagian Timur dan Bali (JBTB) I.
Warga menilai rencana pembangunan ini menyalahi aturan karena antara pihak PLN JBTB I dengan warga setempat belum ada kesepakatan.
"Baru sebatas sosialisasi, sama sekali belum ada kesepakatan, tapi langsung main bangun saja," kata Endah Susilowati, salah satu perwakilan warga.
Endah merupakan warga setempat di RT 12 RW 04. Lokasi yang akan dijadikan menara sutet tersebut tepat berada di depan rumah Endah yang berprofesi sebagai guru PKN di SMPN 1 Waru ini.
Endah menyatakan rencana pembangunan sutet tersebut, setidaknya berdampak ke lima rumah tetangganya.
"Yang di depan rumah saya itu namanya Tower 13. Cuma lima rumah yang terdampak. Tapi di sebelah barat, hampir satu RT yang terdampak, dan di sana semua warga sepakat menolak," sambungnya.
Endah menuturkan, ia dan empat tetangganya sebenarnya tak keberatan dengan rencana pembangunan tersebut.
Hanya saja, ia meminta pihak PLN menepati janji yang telah dikeluarkan oleh GM PLN JBTB I, Mayaruddin, saat bertemu dirinya.
Endah membeberkan pihak PLN menjanjikan akan memberi konpensasi, serta menunda pembangunan sampai semua warga sepakat.
"Jangankan konpensasi, warga saja belum sepakat, ini kok langsung main ukur-ukur tanah dan siap membangun. Apalagi, lahan yang akan dibangun itu merupakan fasum perumahan," ujarnya.
Menurut Endah, jika bersikeras membangun, ia meminta PLN untuk membeli rumahnya. Endah khawatir efek radiasi dan kemungkinan adanya korsletin dari menara listrik itu yang bisa membahayakan keluarganya.
Di tempat yang sama, Deputi Manager Hukum dan Humas PLN JBTB I, Wahyu Supriyadi, menyatakan tidak pernah ada kesepakatan tentang konpensasi antara PLN dengan warga.
"Kalau pembicaraan dalam rangka sosialisasi ada. Tapi kami tidak pernah menjanjikan konpensasi," tandas Wahyu.
Wahyu menerangkan tidak ada regulasi PLN mengenai konpensasi kepada warga terhadap pembangunan menara sutet, kecuali pembangunan itu melintasi perumahan warga.
Untuk menara ini, lanjutnya, pembangunannya justru untuk memindahkan saluran lama yang kabelnya melintasi pemukiman warga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-sidoarjo-sutet-perumahan-makarya-binangun_20160915_214643.jpg)