Hukum Kriminal Surabaya

Mengaku Bosan Isap Asap, Tukang Las Ganti Isap Sabu, ini Akibatnya

"Setiap hari saya ngelas Mas, bosen hisap asap las. Makannya pindah hisap asap sabu."

surya/rizki mahardika
Mujianto diamankan di Mapolsek Tandes Surabaya, Rabu (14/9/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Maraknya aksi penyalahgunaan narkotika berjenis sabu - sabu di kawasan Surabaya kian memperihatinkan. Seorang pria bernama Mujianto (33) warga Rejosari Benowo ini harus berurusan dengan Unit Reskrim Polsek Tandes karena nekat mengonsumsi barang haram tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Tandes, AKP Oloan Manulang mengatakan, pihaknya mendapat informasi penyalahgunaan tersebut dari warga sekitar, yang mengeluhkan maraknya peredaran barang haram itu di lingkungannya.

"Berbekal informasi warga, akhirnya kami dapat mengamankan seorang pemakai sabu - sabu di wilayah tersebut beserta barang buktinya," ujarnya di Mapolsek Tandes Surabaya, Rabu (14/9/2016).

Manulang menambahkan, pelaku mengaku membeli barang haram tersebut dari orang tak dikenalnya. Pasalnya setiap kali pesan, pelaku ini selalu melalui short massage service (SMS) dan dikirim melalui kurir ke rumah pelaku.

“Dari keterangan pelaku, biasanya ia membeli satu poket sabu dengan harga Rp 150 ribu serta setiap kali pesan selalu diantar kerumah pelaku dan kasus ini dalam tahap penyelidikan lebih lanjut lagi," imbuhnya.

Dari keterangan pelaku kepada polisi, aksinya ini dilakukan untuk menambah tenaga saat melakukan pengerjaan sebagai tukang las, dikarenakan ia sering kerja lembur.

"Setiap hari saya ngelas Mas, bosen hisap asap las. Makannya pindah hisap asap sabu," akunya.

Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan bungkus sabu bekas pakai pelaku yang sudah digunakannya seberat 0,5 gram.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 112 dan 114 ayat 2 UU tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.

Penulis: Rizki Mahardi
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved