Selasa, 14 April 2026

Berita Lamongan

Dalam Road Map, Tahun Pertama Lamongan Targetkan 10 Ton Jagung Perhektare

"Selain itu, penggunaaan benih unggul selama ini belum disesusaikan dengan kondisi tanah di masing-masing wilayah yang tentu tidak sama," jelasnya kep

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Yoni
surya/sri handi lestari

SURYA.co.id | LAMONGAN - Di tahun pertama, Lamongan menargetkan produksu jagung menjadi 10 ton perhektare.
Bahkan Target ini sudah akan bisa dicapai di tahun pertama, yakni di musim tanam 2016/2017.

Itu tergambarkan dari road map yang disusun untuk pembangunan kawasan pertanian jagung modern tahun 2016-2019.

Pembuat road map, Prof Muh Cholil Mahfud, peneliti utama pada Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur menurut Kabag Humas dan Infokom, Sugeng Widodo kepada Surya, Selasa (13/9/2016) menyebutkan di tahun pertama, produktivitas jagung Lamongan di lima kecamatan sudah bisa naik 72,1 persen.

Dari yang semula rata-rata 5,81 ton perhektar, menjadi 10 ton perhektare.

Itu bisa dilakukan, karena riset untuk itu sudah ada, teknologi tersedia, sehingga tinggal pelaksanaannya saja.

Cholil kemudian menyebut sejumlah langkah sederhana penggunaan pupuk organik sesuai kebutuhan dan pola tanam jajar legowo, yang sebenarnya sudah diterapkan di Taman Teknologi Pertanian (TTP) Desa Banyubang/Solokuro, namun belum sempurna.

“Selain petani belum cukup disiplin untuk memberikan pupuk organik maupun pupuk anorganik sesuai kebutuhan. Pola tanam jajar legowo juga belum secara sempurna diterapkan. Selain itu, penggunaaan benih unggul selama ini belum disesusaikan dengan kondisi tanah di masing-masing wilayah yang tentu tidak sama," jelasnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Menurutnya, produktivitas jagung di Lamongan rendah karena selama ini pengolahan tanah minimal, pemberian pupuk organik sedikit dan penggunaan varietas yang beragam.

Selain itu, kebiasaan petani meletakkan pupuk hanya di permukaan tanah, serangan hama, serta panen manual yang membuat kehilangan produksi mencapai lebih dari 7 persen menjadi faktor rendahnya produktivitas.

Dengan penerapan langkah-langkah tersebut, serta ditambah pengolahan tanah secara sempurna, tanam serentak, serta penggunaan alat combine harvester untuk efektifitas panen, target produktivitas 10 ton perhektare sudah bisa dicapai di tahun 2016/2017 di lima kecamatan.

“Ini nantinya akan dimulai di TTP Desa Banyubang Kecamatan Solokura. Kemudian menyebar, diterapkan di seluruh kecamatan di Lamongan dalam waktu tiga tahun, “ ujarnya.

Sementara Bupati Fadeli menyatakan akan segera mematangkan road map tersebut, dengan menggelar focus group discussion (FGD) dengan mengundang para pakar pertanian. Harapannya, road map itu bisa semakin sempurna.

“Saya ingin road map ini nantinya diterjemahkan dalam bahasa sederhana yang bisa dipahami semua petani,"katanya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Sehingga setiap petani di Lamongan bisa belajar dan menerapkannya. Alatnya dibantu, juga akan difasilitasi untuk sejumlah bahan produksi, asal petani nanti mau menerapkan pola yang sudah dirancang dalam road map.

Fadeli sebelumnya mencanangkan bakal mampu meningkatkan produktivitas jagung di Lamongan menjadi 10 ton perhektare dalam jangka waktu tiga tahun.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved