Berita Kediri
Kambing Tak Layak Untuk Kurban Disilang Cat Pilox Merah
“Ada beberapa kambing yang fisiknya tidak normal seperti kakinya agak patah dan tanduknya terluka tidak boleh dijual"
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Musahadah
SURYA.co.id | KEDIRI - Petugas Dinas Pertanian Kota Kediri memeriksa hewan kurban yang akan dipotong pada Hari Raya Idul Adha 1.437 Hijriah. Ada puluhan penjual hewan korban di Kota Kediri yang didatangi petugas, Jumat (9/9/2016).
Pemeriksaan ini untuk mengetahui kesehatan hewan kurban agar aman dikonsumsi masyarakat.
Selain itu tidak terkena penyakit antraks serta memenuhi syarat dari sisi agama untuk penyembelihan hewan kurban.
Kepala Dinas Pertanian Semeru Kota Kediri Ir Semeru Singgih menjelaskan, hewan kurban yang tidak layak untuk dijual karena tidak sehat atau fisiknya tidak normal akan diberi tanda silang warna merah dengan cat pilox.
“Ada beberapa kambing yang fisiknya tidak normal seperti kakinya agak patah dan tanduknya terluka tidak boleh dijual. Bagi kambing-kambing yang tidak layak jual kita akan beri tanda silang,” jelasnya.
Semeru Singgih menjelaskan, kebutuhan hewan kurban di Kota Kediri tahun ini lebih dari 1.000 ekor. Karena data 2015 sekitar 1.050 ekor kambing yang disembelih. “Nanti pada saat penyembelihan hewan kurban tim kami akan mengecek," jelasnya.
Sementara petugas telah memeriksa antemortemnya (sebelum penyembelihan) dan nanti setelah disembelih akan diperiksa lagi postmortemnya (pasca penyembelihan).
Marni salah satu penjual hewan kurban mengaku sudah banyak orang yang datang untuk membeli ataupun melihat hewan kurban.
Diperkirakan lonjakan pembeli bakal terjadi pada hari Sabtu dan Minggu. “Hewan kurban yang saya jual sudah laku 6 ekor dari 66 ekor hewan kurban,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-kediri-kambing-kurban_20160909_162914.jpg)