Kebun Binatang Surabaya
Nasib 40 Pedagang Kaki Lima 'Digantung' Pengelola Kebun Binatang Surabaya
Sebanyak 40 pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di Kebun Binatang Surabaya (KBS) kecewa dengan pihak PDTS KBS.
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Yuli
SURYA.co.id | SURABAYA - Sebanyak 40 pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di Kebun Binatang Surabaya (KBS) kecewa dengan pihak PDTS KBS.
Nasib mereka digantung oleh PDTS KBS. Hingga September, mereka belum mendapatkan kejelasan tentang lapak yang sempat dijanjikan PDTS KBS ke PKL beberapa bulan lalu.
Informasinya, PDTS KBS menjanjikan lapak anyar ke PKL ini sejak bulan Januari dan akan selesai bulan Juni.
Namun, saat ini, pihak PDTS KBS belum memberikan sinyal kapan lapak anyar ini bisa digunakan PKL. Padahal, PKL ini menggantungkan hidupnya dengan berjualan.
“Kayaknya sampai sekarang bangunannya belum jadi, justru saya melihat tidak ada tanda-tanda pembangunan, kata koordinator PKL Muklas saat dihubungi SURYA.co.id, 2 September 2016.
Muklas mengatakan, sebelum dilarang berjualan, pihak PDTS KBS sudah memberikan tempat di dekat lokasi parkir KBS.
Saat ini, PKL mendapatkan tenda-tenda sederhana untuk berjualan. Namun, tidak berselang lama, PDTS KBS melarang berjualan dan berjanji akan membuatkan bangunan baru yang lebih bagus.
“Kami dulu berjualan di jalan, terus dilarang, setelah itu dimasukkan ke dalam, terus dilarang sampai sekarang. Nasib kami ini sekarang menggantung,” terangnya.
Menurut Muklas, mayoritas anggotanya itu termasuk dirinya menggantungkan hidup dari berjualan di KBS.
Selama sembilan bulan ini, ia dan teman–temannya tidak berjualan alias menganggur. Berjualan ini merupakan satu – satunya mata pencahariannya.
“Saya sendiri loh merasa, sembilan bulan ini merugi. Tidak ada pemasukan , tapi pengeluaran rutin. Saya harap, semoga ada kejelasan dari KBS tentang rencana pembangunan bangunan untuk PKL,” paparnya.
Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Surabaya Achmad Zakaria menjelaskan, pihaknya sudah memanggil pihak PDTS KBS beberapa waktu lalu. Ia mengatakan, dari hasil pertemuan itu, PDTS KBS berjanji akan menyelesaikan bangunan untuk PKL ini maksimal akhir tahun.
“Kemarin sudah kami panggil. Karena memang nasib PKL kasihan , tidak ada kejelasan. Tidak boleh berjualan, tapi tidak ada solusinya,” terangnya.
Menurutnya, alasan PDTS KBS tidak kunjung menyelesaikan janjinya ke PKL itu karena terhambat biaya. Menurutnya, pembangunan sentra PKL di KBS ini mengandalkan dana bantuan CSR dari salah satu perusahaan.
“Alasannya karena dananya belum cair, tapi bagi saya itu bukan kendala yang berarti. Seharusnya, kalau PDTS KBS sudah berjanji Juni akan selesai, ya gimana caranya diupayakan selesai,” imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/beritajatim-kebun-binatang-surabaya-kbs_20160902_221539.jpg)