Sabtu, 25 April 2026

Musim Haji 2016

Laskar Penjaga Masjidil Haram Bersikap Santun Tak Ada Pentungan di Tangan

Berdasarkan pantauan Surya (TRIBUNnews.com Network), tidak satupun diantaran sekian banyak polisi yang disiagakan membawa pentungan, kecuali laskar ya

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Yoni
Surya/Hanif Manshuri
Tamu Allah yang terus memadati Masjidil Haram dan menjalani Tawaf, Senin (29/8/2016) 

SURYA.co.id | MEKAH - Polisi atau laskar Arab yang bertugas di seputar Masjidil Haram, termasuk di dalamnya sama sekali tidak menunjukkan wajah garang terhadap tamu Allah Khusunya para calon jamaah haji.

Berdasarkan pantauan Surya (TRIBUNnews.com Network), tidak satupun diantaran sekian banyak polisi yang disiagakan membawa pentungan, kecuali laskar yang jaga di sekiling hajar aswad yang posisinya mengarah ke tenggara itu yang membawa pentungan.

Termasuk polisi yang berdiri berada di atas hajar aswad. Satu polisi khusus ini (satu bahu kanan, red) diikatkan dengan tali dari serabut berukuran besar dan tangan kiri memegang pentungan yang hanya dikibas - kibaskan untuk menghalau dan meminimalisir jemaah yang berusaha merangsek, menjamah dan mencium batu hitam itu.

Banyak polisi Arab yang berkeliaran di Masjidil Haram, utamanya dimusim haji seperti saat ini.

Bagaiman laskar Arab ini bertindak kepada para jemaah, ternyata dengan penampilan wajah dan sikap yang sangat santun.

Senyum dalam mengarahkan serta melarang jemaah. Paling banyak dengan isyarat tangan dan menebar mimik segar.

Tidak ada kekerasan verbal maupun fisik.  Pengamatan Surya, polisi terhadap jemaah yang mampu diajak bermonukasi dengan bahasa Arab atau Inggris, juga tetap dengan kalimat sangat santun.

Saat disampaikan kalau jemaah hanya memahami sedikit Bahasa Arab, laskar ini malah tersenyum dan mengangguk memakluminya.

Sejurus kemudian, polisi mengarahkan jalur yang semestinya dilalui jemaah. Meski ada tulisan Arab maupun Inggris yang menunjukkan bukan pintu keluar dan tetap dilalui jemaah untuk keluar, tak banyak respon melarang jemaah yang melanggar.

Ada banyak pintu masuk Masjidil Haram dan semua pintu dijaga polisi, mereka para polisi ini duduk santai di kursi di kanan kiri dan tak ada yang berdiri tegak menakutkan.

Yang mampak adalah polisi memberitahu jemaah untuk melepas alas kaki bagi yang lupa atau tak tahu saat masuk harus lepas alas kaki.

Sebaliknya bagi jemaah perempuan yang masuk ke Masjidil Haram hanya diperiksa keamanan perempuan yang berpakaian dan bercadar serba hitam, dan itupun dilakukan sangat sopan dan tidak ketat.

Sikap para laskar ini yang membuat tidak satupun jemaah dari berbagai penjuru dunia protes atau keberatan dengan pemeriksaan, larangan atau arahan para laskar.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved