Berita Banyuwangi
Banyuwangi Alokasikan Rp 265 Miliar untuk Infrastruktur Jalan
"Termasuk di antaranya jalan di kecamatan Tegalsari. Di kecamatan tersebut, total kami anggarkan Rp 2,3 miliar," jelas Mujiono. kepada Surya (TRIBUNne
Penulis: Haorrahman | Editor: Yoni
SURYA.co.id | BANYUWANGI - Pemkab Banyuwangi mengalokasikan dana Rp 265 miliar untuk pembangunan infrastruktur jalan, dan jembatan.
Dana tersebut ditargetkan bisa untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan sepanjang 800 kilometer.
Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Binamarga, Cipta Karya, dan Tata Ruang Banyuwangi, Mujiono, pembangunan infrastruktur akan diarahkan pada pemerataan, sehingga semua warga bisa menikmati infrastruktur yang baik.
”Banyuwangi ini kabupaten terluas di Jawa Timur dan bahkan di Jawa. Pembangunan infrastruktur dilakukan bertahap karena alokasi dana juga diarahkan ke sektor lain seperti pendidikan, kesehatan, dan pertanian,” kata Mujiono, Minggu (28/8/2016).
Mujiono mengatakan, khusus pembangunan jalan, akan difokuskan untuk jalan penghubung antar-desa setelah pada tahun sebelumnya fokus ke jalan antar-kecamatan.
"Termasuk di antaranya jalan di kecamatan Tegalsari. Di kecamatan tersebut, total kami anggarkan Rp 2,3 miliar," jelas Mujiono. kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).
Pembangunan jalan di wilayah tersebut di antaranya di Desa Tamansari senilai Rp 480 juta dan jalan lingkar Blokagung Rp 384 miliar.
"Khusus jalan yang di Tamansari, pengerjaannya tinggal menunggu pengaspalan hotmix. Banyak yang pesan aspal hotmix, jadi nunggu datangnya saja. Kalau datang, dua hari bisa langsung jadi," jelas Mujiono.
Pemkab Banyuwangi terus berupaya melakukan percepatan pembangunan dan pemerataan infrastruktur jalan dengan skema sinergi bersama masyarakat dan dunia usaha.
Skema sinergi ini terutama untuk membangun dan memperbaiki jalan yang tidak terlalu panjang.
Sejak 2010, lanjut Mujiono, pemerintah daerah telah menerbitkan regulasi bantuan aspal untuk kelompok masyarakat.
Tiap tahun lebih dari 1.000 drum aspal dibagikan ke masyarakat, sehingga sejak 2010 telah dibagikan lebih dari 5.000 drum aspal.
"Kelompok masyarakat bisa mengajukan proposal ke Pemkab Banyuwangi, lalu diverifikasi dinas terkait. Jika layak, akan disetujui," jelasnya.
"Pemerintah daerah menyiapkan aspal, tenaga teknis, dan bantuan alat berat. Adapun masyarakat ikut bergotong-royong membantu pembangunan jalan. Dunia usaha juga dilibatkan dengan berpartisipasi pada kebutuhan material penunjang," imbuh Mujiono.
Sementara itu, Camat Tegalsari Hariyanto memjelaskan pembangunan jalan di desa taman sari Kecamatan Tegalsari dilaksanakan secara bertahap, baik yang dikerjakan oleh Dinas PU Bina Marga maupun pemerintah desa lewat Dana Desa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-banyuwangi-satgas-jalan-rusak_20160620_182106.jpg)