Berita Mojokerto
Anggaran Terbatas, Blooto-Pulorejo Mojokerto Belum Terlayani Angkot Sekolah Gratis
"Belum semua kawasan tercakup angkot gratis. Tak ada trayek angkut yang mengarah kesana," urainya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Rabu (17/8/20
Penulis: Sudharma Adi | Editor: Yoni
SURYA.co.id | MOJOKERTO - Adanya layanan angkutan kota (angkot) sekolah gratis untuk pelajar ternyata belum menjangkau tiga kecamatan di Kota Mojokerto. Minimnya anggaran tak lepas dari penyebab blank area fasilitas yang telah berjalan kurang lebih setengah tahun terakhir itu.
Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo menjelaskan, wilayah yang belum dilayani itu ada di kawasan barat, yakni Kelurahan Blooto dan Kelurahan Pulorejo.
"Belum semua kawasan tercakup angkot gratis. Tak ada trayek angkut yang mengarah kesana," urainya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Rabu (17/8/2016).
Dijelaskan, agar mendapat fasilitas yang sama, tentu dishubkominfo perlu pengembangan trayek baru.
"Kami perlu kembangkan trayek baru kesana. Hanya saja, keterbatasan anggaran jadi salah satu persoalan untuk mengikat armada baru," tambahnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).
Mengenai jumlah armada angkot sekolah gratis, dia menilai kekuatan angkot yang masuk dalam jajarannya ada 12 armada per hari.
"Jumlah itu setelah ada tambahan dua armada baru," katanya.
Pada awal adanya layanan angkot sekolah gratis, dishubkominfo menjalin kontrak dengan 10 armada.
Tapi karena dirasa kurang, SKPD ini menambah dua angkot lagi. Sebab, animo siswa terutama dari SMPN 2 dan SMPN 5 sangat besar. Untuk itu, ia menambah armada dari trayek lainnya yang sepi peminat.
Setelah itu, pada evaluasi empat bulan kemudian, kawasan Jalan By Pass ke timur tergolong paling sepi. Meski demikian, Gaguk mengatakan tidak akan menghapus trayek ke wilayah itu.
"Malahan, saat ini kami mengusulkan tambahan lima unit mobil baru tahun depan. Sehingga bisa melayani seluruh siswa," tegasnya.
Terkait besarnya permintaan masyarakat terhadap armada sekolah gratis ini, Komisi III DPRD Kota Mojokerto angkat bicara.
"Pada dasarnya pemerintah harus peka terhadap kondisi ini. Dengan begitu, kebutuhan masyarakat bisa tercakup seluruhnya," jelas anggota Komisi III, Cholid Virdaus.
Politisi dewan ini mempersilakan dishubkominfo menemukan faktor persoalan di lapangan dan segera ditemukan solusinya.
"Jika anggaran memadai, maka bisa diajukan penambahan. Jika armada yang minim fasilitas, dishubkominfo bisa bicara dengan pemilik angkot untuk mendapat fasilitas yang diharapkan," pungkasnya.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-gresik-bus-sekolah-pemkab-gresik-yang-akan-diujicoba_20160404_183439.jpg)