Rabu, 15 April 2026

Lifestyle

Bentuk, Susunan Gigi dan Pembentukan Struktur Rahang Ditentukan Keturunan

Susunan gigi pada manusia akan berubah seiring dengan pertambahan usia.

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah | Editor: Musahadah

SURYA. | SURABAYA – Susunan gigi pada manusia akan berubah seiring dengan pertambahan usia.

Dimulai ketika usia 6 tahun, tumbuh gigi geraham pertama permanen yang kemudian diikuti oleh gigi lain hingga usia 12 tahun.

Pada usia 12 tahun, akan mulai muncul gigi geraham permanen kedua dan pada usia berkisar 18-25 tahun akan tumbuh gigi geraham ketiga atau gigi bungsu.

Pada anak-anak hingga maksimal usia 12 tahun, hanya terdapat sejumlah 20 gigi susu yang akan tanggal diiringi pertumbuhan gigi permanen hingga maksimal usia 25 tahun. Dengan rincian 8 gigi seri, 4 gigi taring, dan 8 gigi geraham (4 geraham kecil dan 4 geraham besar).

Orang dewasa (di atas 25 tahun) akan memiliki 32 gigi permanen dalam satu rahang. Dengan rincian 8 gigi seri, 4 gigi taring, 8 gigi geraham depan (geraham kecil/premolar), dan 12 gigi geraham belakang (geraham besar/molar).

Bentuk dan struktur susunan gigi dan pembentukan struktur rahang, menurut drg Weenie Suryaningsih, bisa ditentukan oleh gen atau keturunan.

Misalnya saja jika sang ayah memiliki rahang besar karena gigi yang besar-besar, sedangkan sang ibu memiliki rahang kecil kecil karena gigi kecil-kecil, sang anak bisa mewarisi dua sifat tersebut sekaligus dari satu pihak atau merupakan campuran gen, yaitu rahang besar dengan gigi kecil-kecil atau rahang kecil dengan gigi besar-besar.

Jika begitu, tentu akan muncul suatu kelainan karena struktur rahang terbentuk dari struktur dan susunan gigi.

Rahang kecil dengan gigi besar-besar akan menyebabkan gigi berjejalan, sedangkan rahang besar dengan gigi berukuran kecil akan menyebabkan adanya kerenggangan sehingga gusi terekspos dan makanan mudah tersangkut yang dapat menimbulkan sakit gigi.

Namun, sakit gigi pada umumnya tidak terpengaruh oleh gen, misalnya gigi linu dan gigi sensitif.

Gigi linu dan sensitif ada yang disebabkan oleh menipisnya enamel yang merupakan pelapis gigi, sehingga dentin (lapisan di bawah enamel) terekspos.

Dentin adalah bagian berpori dan berfungsi meneruskan rangsangan ke saraf, sehingga jika dentin terekspos dan terkena makanan atau minuman secara langsung akan terasa nyeri dan linu.

Perawatan yang terpenting untuk gigi, baik pada anak maupun orang dewasa, menurut drg Weenie adalah dengan menggosok gigi.

Pada anak, ibu harus lebih aktif terutama setelah makan malam atau setelah anak minum susu sebelum tidur.

“Ibu harus lebih aktif dengan menggunakan kapas yang direndam dalam air matang kemudian diusapkan ke gigi anak setelah anak minum susu sebelum tidur malam,” saran drg Weenie. Kegiatan tersebut diulang hingga sekiranya gigi anak bersih.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved