Berita Gresik

Ingatkan Gresik Pernah jadi Wilayah Surabaya, Warga Bikin Ikon Surabaya untuk Karnaval HUT RI

Ada yang membuat miniatur Surabaya yaitu ikan Hiu Sura dan Buaya yang sedang berkelahi.

Penulis: Sugiyono | Editor: Parmin
Surya/sugiyono
HUT RI - Warga Desa Sembayat, Kecamatan Manyar, Gresik membuat miniatur ikon Surabaya untuk karnaval 17 Agustus 2016, Minggu (7/8/2016). 

SURYA.co.id | GRESIK - Warga Desa Sembayat, Kecamatan Manyar, Gresik, memperingati hari ulang tahun Kemerdekaan Reublik Indonesia (HUT RI) ke-71.

Ada yang membuat miniatur Surabaya yaitu ikan Hiu Sura dan Buaya yang sedang berkelahi.

Pembuatan miniatur Surabaya tersebut terinspirasi dengan perkembangan Kota Surabaya yang penuh perjuangan untuk bisa hidup rukun sampai sekarang ini.

Ikon Surabaya ini perlu dikenalkan kepada masyarakat luas sampai ke Gresik sebab dulunya Gresik juga wilayah Surabaya.

"Ikon Surabaya ini sangat menginspirasi masyarakat sehingga perlu diperkenalkan kepada warga Sembayat khususnya generasi muda agar mengetahui sejarah Surabaya. Bahkan, Gresik ini dulunya wilayah Surabaya," kata Muhamad Aldi (21), remaja RT VI, Desa Sembayat, Kecamatan Manyar, Minggu (7/8/2016).

Miniatur Surabaya itu dibuat oleh warga di RT VI, Desa Sembayat. Pembuatan tersebut selama hampir satu bulan. Sampai sekarang sudah hampir selesai.

"Pembuatannya memang cukup sulit. Karena harus membentuk ikan Hiu Sura dan Buaya. Sketsa gambar dibuat dari bambu dan penyangga pipa besi. Ini sangat kuat," imbuhnya, sambil menempelkan kertas semen bekas.

Untuk membuat miniatur Surabaya tersebut, dibentuk tim dari RT VI, Desa Sembayat, membutuhkan modal sangat banyak. Warga tidak mempermasalahkan anggarannya.

"Ini diperkirakan habis Rp 8 juta. Nanti ngecatnya diperkirakan habis Rp 3 juta. Ada RT sebelah yang membuat miniatur Singa habis Rp 14 juta," katanya.

Kegiatan pesta kemerdekaan dengan besar-besaran di Desa Sembayat, Kecamatan Manyar sudah berlangsung sejak nenek moyang. Sampai sekarang masih diteruskan oleh warga setempat.

"Sejak saya lahir. Sampai sekarang masih ada. Ceritanya dari orang tua, dulu masih belum ada listrik. Masih memakai obor keliling desa sudah membuat kegiatan karnaval ramai seperti sekarang," kata Kasan (55), Warg RT XVIII, Desa Sembayat, Kecamatan Manyar, yang membuat miniatur Harimau.

Begitu juga di RT IX, Desa Sembayat, Kecamatan Manyar, membuat miniatur unta. Anggaran yang dikeluarkan mencapai Rp 12 juta.

"Ini juga iuran warga. Yang penting untuk memperingati Kemerdekaan Indonesia. Warga rela iuran. Biasanya, karya ini juga disewakan ke desa lain, sehingga ada pemasukan untuk kas RT. Biasanya untuk syukuran dan makan bersama warga. Untuk biaya pembangunan juga," kata Mukhamad Junaidi (37), yang juga koordinator Forum kerja ekonomi mandiri Desa Sembayat (Forkems) Forkems Desa Sembayat.

Sauji, Kepala Desa Sembayat, Kecamatan Manyar, Gresik, mengatakan bahwa kegiatan karnaval memperingati kemerdekaan.

Peringatan 17 Agustus 1945 di Desa Sembayat, Kecamatan Manyar, dibuat meriah sudah menjadi tradisi.

"Setiap tahun temanya berganti. Sehingga warga mendapat hiburan, pendidikan dan bisa meningkatkan rasa nasionalisme kepada Bangsa Indonesia. Tema karnaval tahun ini ada 3 tem, yaitu Pembangunan, Perjuangan dan kebudayaan," kata Sauji, yang juga mantan Kabag Humas Polres Gresik.

Sauji menambahkan, beberapa RT membuat miniatur berbeda-beda. Diantaranya, miniatur udang, ogoh-ogoh, singa, elang, kupu, tupai, burung hantu, capung, unta, kodok, puma, Krisna dan ikon Surabaya.

"Pada malam 17 Agustus nanti akan diarak keliling desa. Mulai pukul 14.00 WIB sampai 23.00 WIB. Jalan Raya Sembayat, Manyar sebagai jalur Pantai Utata Gresik ini akan ditutup sementara untuk memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia," katanya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved