Citizen Reporter
Di Sekolah Ini Tatib Go Cegah Pokemon Go Berkeliaran
perburuan monster Pokemon Go yang menyusup masuk ke SMAN 1 Taman, Sidoarjo ternyata harus berhadapan dengan tim Tatib Go..
Reportase : Yupiter Sulifan
Guru BK SMAN 1 Taman Sidoarjo
fb.com/juve sulifan
SEBAGAI pendidik di sekolah menengah atas, galau juga melihat peserta didik main game Pokemon Go di lingkungan sekolah SMAN 1 Taman, Sidoarjo. Di antara mereka ada yang rela blusukan di taman sudut halaman sekolah untuk mendapatkan monster Pokemon.
Di balik fenomena ini, sebagai guru Bimbingan dan Konseling (BK) saya mengambil hikmah sekaligus berinovasi untuk mengaitkannya dengan materi bimbingan yang akan disampaikan. Metode game Pokemon Go saya kombinasikan dengan metode inkuiri untuk materi bimbingan Sosialisasi Tata Tertib Sekolah alias Tatib Go.
Metode inkuiri adalah strategi yang langsung terpusat pada peserta didik. Nantinya kelompok-kelompok peserta didik ini akan dibawa ke dalam persoalan dan mencari jawaban atas pertanyaan sesuai struktur dan prosedur yang jelas.
Sehingga model pembelajaran ini bisa melatih peserta didik untuk belajar mulai dari menyelidiki dan menemukan masalah hingga menarik kesimpulan. Model ini menjadikan peserta didik akan lebih banyak belajar mandiri untuk memecahkan permasalahan yang diberikan.
Selasa (2/8/2016) di kelas X MIPA 6, awal mula, peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok. Masing-masing kelompok mendapat selembar kertas yang di dalamnya memuat tabel lima kolom, terdiri dari nomor, jenis pelanggaran yang terjadi, siapa pelakunya, di mana tempatnya/TKP, serta cara mengatasinya/akibat yang ditimbulkan.
Dalam waktu 20 menit, setiap kelompok mendapat tugas mencari pelanggaran-pelanggaran tata tertib sekolah oleh peserta didik yang terjadi di lingkungan sekolah, minimal 20 pelanggaran.
Peserta didik keluar kelas, belusukan di setiap sudut sekolah, mencari dan mengamati pelanggaran yang dilakukan peserta didik. Karena mereka ada di luar kelas, dikondisikan agar tidak mengganggu proses belajar kelas lainnya.
Tidak jarang mereka berlama-lama di beberapa tempat yang biasa digunakan peserta didik lain untuk melakukan pelanggaran. Satu di antara kelompok tadi ada yang berinovasi yakni dengan menyertakan bukti foto pelanggaran tatib.
Misalnya di selasar kamar mandi ada tiga pelajar duduk-duduk santai meninggalkan jam belajarnya di kelas. Juga beberapa foto peserta didik yang baju seragamnya tidak rapi.
Setelah 20 menit berlalu, mereka masuk kembali ke kelas sembari mendiskusikan cara pemecahan serta akibat dari pelanggaran tata tertib sekolah yang mereka temui tadi.
Hasil dari penyelidikannya dipresentasikan di depan kelas dan ditanggapi oleh kelompok lainnya. Hasil perburuan satu kelompok akan ditambah dengan hasil dari kelompok lain, terutama pada jenis pelanggaran yang berbeda. Sehingga semua peserta didik akan mengetahui lebih banyak jenis pelanggaran tata tertib sekolah serta akibat yang ditimbulkannya.
Di akhir layanan ini, peserta didik merasa puas dengan metode bimbingan seperti ini. Selain ada suasana baru dengan berada di luar kelas, juga memberikan pengalaman langsung tentang pelanggaran tata tertib sekolah dan akibat yang ditimbulkannya.
Guru juga akan mengetahui jenis pelanggaran apa yang sering dilakukan peserta didik sehingga bisa mencari solusi pencegahannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/tatib-go_20160804_194028.jpg)