Citizen Reporter
Losepocket Kompres Mata Panda Inovasi Mahasiswa Unair Surabaya
bentuknya sederhana, namun manfaatnya luar biasa.. bisa mengompres mata lelah hingga meniadakan bengkak di bawah mata atau kantong mata..
Reportase : M Hamzah Solim
Mahasiswa S2 Biologi Universitas Airlangga
KANTONG mata adalah salah satu gejala fisiologis berupa pembengkakan ringan, kulit kendor, dan timbulnya lingkaran hitam di area bawah mata. Gejala ini sering disebut dengan kantong panda.
Berbagai penyebab kantong mata, antara lain stres yang berpengaruh pada kurangnya tidur, terlalu lama beraktivitas dan bekerja di depan komputer, serta kurangnya mengonsumsi air putih.
Melihat kondisi tersebut, tim Program Kreativitas Mahasiswa Universitas Airlangga menciptakan penutup mata Losepocket. Ide tim yang beranggotakan Ulima Hapsari, Dhiah Ayu, Husniatul Fitriah, Hogi Ruftheda, dan Afifatun Nisa itu berangkat dari pengalaman pribadi.
Lima mahasiswa Fakultas Farmasi itu merasakan bagaimana kesibukan kampus yang menyebabkan mereka kurang istirahat, sehingga memunculkan gejala mata panda.
“Saat ini tingkat kesibukan masyarakat Indonesia sangat tinggi. Tingkat stres dan kesibukan ini berpengaruh pada pola tidur dan waktu istirahat. Tim kami memberi solusi untuk menangani masalah ini dengan produk Losepocket,” ungkap Ulima Hapsari.
Losepocket, penutup mata dilengkapi wadah penahan bahan-bahan kompres mata seperti mentimun, kentang, atau sari teh agar tetap melekat di mata. Dengan demikian, inovasi ini dapat lebih efektif dalam mengatasi gejala mata panda. Produk ini juga dilengkapi dengan ice gel yang berfungsi sebagai pendingin yang dapat memberi efek relaksasi pada mata.
Dhiah Ayu menambahkan, sebenarnya sudah banyak produk penutup mata beredar di pasaran. Namun yang menjadikan Losepocket berbeda adalah penggabungan antara spesifikasi pendingin mata dan wadah penahan bahan alam yang digunakan untuk kompres gejala kantong mata.
“Selama ini masyarakat lebih sering menggunakan timun atau kentang sebagai kompres mata untuk menghilangkan mata panda. Namun seringkali bahan tersebut jatuh ketika pengguna tertidur. Dengan Losepocket, bahan-bahan tersebut dapat tertahan dengan baik dan berfungsi lebih efektif,” ujarnya.
Sekitar dua bulan terakhir banyak masyarakat yang sudah menjadi reseller produk Losepocket, mulai dari mahasiswa, pekerja kantoran hingga masyarakat umum. Penjualan produk ini juga sudah merambah hampir seluruh Nusantara. Dari Aceh, Jambi, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Surabaya, Denpasar, Mataram, hingga Kalimantan.
“Kami sedang berupaya menjalin mitra bisnis dengan klinik kecantikan dan apotek-apotek,” timpal Husniatul Fitriah.
Hadi Nur Romadlon, salah satu pengguna Losepocket mengungkapkan, produk ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang kerap lembur menyelesaikan tugas-tugas kampus.
“Losepocket memang recommended. Ada ice cool gelnya yang buat mata jadi adem. Nyaman dipakai terutama pas lagi capek-capeknya ngerjain jurnal, laporan praktikum, dan tugas kuliah lainnya,” ujarnya.
