Musim Haji 2016
Ini yang Membuat Nenek Pemulung asal Lamongan Batal Berangkat Haji Tahun ini
Kegembiraan nenek Murip (61) pemulung asal Desa Bulubrangsi Kecamatan Laren untuk bisa berangkat haji tahun 2016 ini berkurang.
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Musahadah
SURYA.co.id l LAMONGAN - Kegembiraan nenek Murip (61) pemulung asal Desa Bulubrangsi Kecamatan Laren untuk bisa berangkat haji tahun 2016 ini berkurang.
Betapa tidak, meski ia sudah mengikuti manasik di salah satu KBIH yang ada di wilayah Kecamatan Maduran, ternyata keberangkatannya harus ditunda musim haji 2016.
Nomor porsi Murip masih ada dibawah nomor porsi 198.737 calon jamaah haji (CJH) yang berangkat tahun ini
Kepastian ini didapat saat Surya Online mencoba menelusuri data CJH ke Kantor Kemenag, Jalan Veteran Lamongan.
"Ya sudah pasti bu Murip itu berangkat haji tahun depan 2017,"kata Sunhaji, Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah kepada Surya Online, Jumat (29/7/2016).
Dan otomatis nenek Murip pada tahun depan ada pada nomor atas CJH asal Lamongan yang berangkat.
Kalau dihitung sementara nomor porsi Murip masih pada urutan 345. "Otomatis tahun depan nomor atas,"tandasnya.
Untuk memastikan, Sunhaji berkali - kali membuka dan mencari data CJH Lamongandengan mesin hitung di depannya.
Mendengar kabar itu, nenek Murip mengaku ikhlas meski keberangkatannya ditunda. "Gak , aku gak popo, ikhlas,"ungkapnya.
Apalagi tahun depan ada warga Bulubrangsi yang berangkat haji. Jadi, katanya dengan bahasa Jawa medok, orang Bulubrangsi itu nanti akan bisa menemani dan mengarahkan kalau ada kesulitan.
"Tidak pa pa, saya ini tidak bisa Bahasa Inggris, buta huruf. Kalau ada warga Bulubrangsi sama - sama berangkat tahun depan lebih enak,"katanya.
Murip mengaku pasrah, dan ia akan menjalani hidup hari - harinya dengan bekerja memijat, cari rongsokan dan buruh tani.
Jeda waktu setahun hingga keberangkatan nanti akan dipakai untuk mencari uang saku menjelang keberangkatan.
Murip mengaku tidak perlu menyesali semua itu.Yang terpenting niatnya untuk bisa berangkat haji terkabul. "Biasa saja, malah senang,"ungkapnya.
Murip hanya berharap dan berdoa, selama menunggu waktu haji hingga tahun depan tetap diberi kesehatan.
Ia percaya, kalau menjalani hidup secara ikhlas, kemudahan akan didapatkannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/cjh-lamongan_20160729_153842.jpg)