Berita Pendidikan Surabaya
Metode Marugoto, Atasi Kesulitan Belajar Bahasa Jepang untuk Pemula
Buku Marugoto ini memiliki metode dengan perkenalan konteks sesuai keadaan.
Penulis: Neneng Uswatun Hasanah | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | SURABAYA - Banyaknya pelajar Bahasa Jepang di Indonesia, tidak berarti metode pembelajaran Bahasa Jepang saat ini sudah baik.
Beberapa pelajar mengatakan masih kesulitan mempelajari bahasa negeri bunga sakura itu sehingga sulit untuk mereka meraih sertifikat berbahasa dengan cepat.
Salah satunya Shabrina Darmayanti, yang harus menempuh pembelajaran Bahasa Jepang selama 3 tahun di SMA dan 4 tahun ketika kuliah untuk mendapatkan sertifikat N1 (level tertinggi Japanese Language Proficiency Test).
"Belajarnya dari SMA satu persatu mulai dari hiragana, katakana, lalu menjejaki kanji ketika masuk kuliah. Memang susah sih, tapi karena sudah tertarik jadi saya teruskan belajar hingga mendapatkan N1," katanya.
Kesulitan pembelajaran Bahasa Jepang ternyata juga diakui oleh Dr Urip Zaenal fanani MPd, Ketua Asosiasi Studi Pendidikan Bahasa Jepang Indonesia (ASPBJI) Korwil Jatim.
"Metode pembelajaran Bahasa Jepang, dan kebanyakan bahasa yang lain adalah dimulai dari pengenalan grammar kemudian baru penggunaan grammar tersebut untuk komunikasi. Sementara untuk bisa menguasai suatu bahasa dengan cepat adalah dengan cara langsung mempraktekkannya dan mengoreksi kesalahan dalam pembelajaran," jelasnya.
Saat ini, dikatakan Zaenal, pengajar Bahasa Jepang juga terpaku pada metode pembelajaran tersebut sehingga murid belajar dengan tahapan menghafal. Sementara yang terbaik adalah dengan berbicara.
Metode pembelajaran bahasa, tambahnya, biasanya merupakan metode yang digunakan di seluruh dunia sehingga semua pengajar satu suara meski dipindahkan ke belahan dunia manapun.
"Saat ini di Indonesia ada 800 ribu pelajar Bahasa Jepang di Indonesia, namun hanya sebagian kecil yang kemudian meraih sertifikat N1 atau N2, sehingga ini menjadi perhatian," katanya.
Metode Marugoto
Mulai tahun 2016, metode pembelajaran Bahasa Jepang bernama Marugoto mulai diperkenalkan oleh ASPBJI.
Awal perkenalan Marugoto dilakukan dalam workshop pelatihan guru dan tutor Bahasa Jepang yang dilaksanakan di Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya, Selasa (19/7/2016).
Sekitar 60 pengajar Bahasa Jepang di Surabaya dan sekitarnya mulai mempelajari metode baru ini.
Dikatakan Cicilia Tantri, Wakil Dekan Fakultas Sastra Unitomo, metode Marugoto berarti mempelajari Bahasa Jepang secara menyeluruh bukan hanya bahasa namun juga kebudayaannya.
"Marugoto adalah buku pengajaran Bahasa Jepang umtuk tingjat dasar hingga tingkat lanjut yang akan mempermudah pembelajaran Bahasa Jepang," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-sastra-unitomo-jepang_20160722_114356.jpg)