Senin, 13 April 2026

Genjot Diversifikasi Untuk PG Lain, Usai PLTBm PG Pesantren Baru Berhasil Dibeli PLN

Saat harga gula dunia rendah, industri gula di sana bisa tetap stabil karena mengandalkan pendapatan dari listrik, bioetanol, dan produk turunan lain,

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Yoni
surya/Sri handi Lestari
Suasana PG salah satu anak perusahaan PTPN X yang saat ini sedang menggejot diversifikasi usaha agar tidak hanya bergantung pada produksi gula saja. 

SURYA.co.id | SURABAYA – Setelah berhasil menjual listrik hasil Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) di PG Pesantren Baru, Kediri, PT Perkebunan Nusantara X (PTPN X) menggenjot PG lainnya untuk menghasilkan produk diversifikasi lain.

Hal ini dilakukan, karena PG sudah tidak bisa lagi hanya mengandalkan produk gula saja.

"Kami bersyukur sudah menempuh satu langkah kemajuan untuk memaksimalkan diversifikasi produk non-gula. Dua hari lalu kami sudah teken penandatanganan perjanjian jual beli tenaga listrik dengan PLN. Penjualan listrik dari pabrik gula ini merupakan yang pertama di Indonesia sejak berdirinya industri gula di Tanah Air ratusan tahun silam," kata Subiyono, Direktur Utama PTPN X, Jumat (22/7/2016).

Subiyono mengatakan, PG Pesantren Baru mempunyai kelebihan listrik (excess power) berkapasitas 3 MW. Listrik itu akan disambungkan dengan fasilitas interkoneksi sistem kelistrikan milik PLN.

"Infrastruktur penyambungannya sedang dibangun. September nanti interkoneksinya ke jaringan PLN selesai dan sudah resmi jual listrik ke PLN. Ini merupakan tahap awal. Kami juga sedang menyiapkan produksi listrik dari ampas tebu dengan program cogeneration di sejumlah PG kami lainnya, di antaranya PG Ngadiredjo (Kediri) sebesar 20 MW, PG Tjoekir (Jombang) 10 MW, dan PG Gempolkrep (Mojokerto) 20 MW," jelasnya.

Produksi listrik adalah bagian dari perwujudan industri berbasis tebu (sugarcane based industry) terintegrasi yang menggarap diversifikasi produk, terutama bioetanol berbahan baku tetes tebu dan produksi listrik berbasis ampas tebu.

Sebagaimana di negara-negara produsen gula utama dunia, pabrik gula yang ada telah menjual bioetanol dan listrik.

"Tebu sejatinya adalah sumber pangan dan energi. Di negara produsen utama gula seperti Brasil, Thailand, dan India, diversifikasi produk telah lama dilakukan. Saat harga gula dunia rendah, industri gula di sana bisa tetap stabil karena mengandalkan pendapatan dari listrik, bioetanol, dan produk turunan lain," tambah Adi Santoso, Sekretaris Perusahaan PTPN X kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Di Brasil, pabrik gula (PG) yang ada bisa menghasilkan listrik lebih dari 3.000 MW. Sekitar 20 persen kebutuhan energi Brasil ditopang energi baru terbarukan berbasis tebu, terutama bioetanol.

PG-PG India telah mampu memproduksi listrik sedikitnya 2.200 MW, dengan daya yang dikomersialkan 1.400 MW.

"Secara bertahap, langkah tersebut juga kami lakukan. Kami merintis produksi bioetanol di PG Gempolkrep untuk campuran bahan bakar minyak (BBM) sebagai bagian kontribusi untuk mengurangi impor minyak dan menghemat devisa negara. Demikian pula potensi produksi listrik berbasis tebu yang bisa berkontribusi menambah pasokan listrik bagi masyarakat," lanjut Adi.

Kedepan, upaya diversifikasi produk non-gula bakal semakin berkembang.

"Apalagi, pemerintah sekarang sangat concern mendorong penggunaan energi baru terbarukan, yang antara lain bisa diandalkan dari tebu," lanjutnya.

Diversifikasi produk adalah keharusan jika industri gula di Indonesia masih ingin berkembang. Jika mengandalkan pendapatan dari gula tentu akan sangat terbatas, mengingat gula adalah komoditas yang pergerakan harganya selalu diintervensi pemerintah. Apalagi, biaya produksi semakin meningkat.

"Perlu ditekankan bahwa upaya diversifikasi produk ini tidak mengganggu peningkatan produksi gula untuk mengejar swasembada. Justru dengan diversifikasi produk, sistem kerja dan mesin dituntut lebih andal. Sehingga pararel dengan upaya peningkatan produksi gula," jelasnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved