Sabtu, 16 Mei 2026

Berita Surabaya

RSUD Dr Soetomo Pulangkan Dua Bocah Kembar Siam, Rohman - Rohim dan Citra-Neyza, ini Alasannya

Hasil observasi, kondisi Citra dan Neyza masih sama seperti saat usia 17 bulan dipulangkan dari RSUD Dr Soetomo.

Tayang:
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Parmin
surya/sulvi sofiana
Tim Pusat Penanganan Kembar Siam Terpadu RSUD Dr Soetomo saat memberikan penjelasan pada kedua orang tua kasus kembar siam sebelum pulang, Kamis (30/6/2016) 

SURYA.co.id | SURABAYA – Tim kembar siam RSUD Dr Soetomo akhirnya memutuskan untuk memulangkan pasien dua bocah kembar siam, Rohman – Rohim (6), asal Jombang dan Citra –Neyza (2), kembar siam asal Kediri.

Ketua Tim Pusat Penanganan Kembar Siam Terpadu RSUD Dr Soetomo, Agus Harianto menjelaskan memutuskan memulangkan Citra dan Neiza setelah observasi selurh tim yang ada.

Dari hasil observasi, kondisi Citra dan Neyza masih sama seperti saat usia 17 bulan dipulangkan dari RSUD Dr Soetomo.

“Dulu saat masih 17 bulan kami tidak bisa memisahkan karena jantungnya menyatu, dan masih sama perkembangannya hingga saat ini,” jelasnya ketika ditemui di ruang rapat RSUD Dr Soetomo, Kamis (30/6/2016).

Dikatakannya, penanganan Citra dan Neyza saat ini hanya bisa dilakukan dengan menjaga gizi kedua anak.

Seperti menambah zat besi untuk kondisi jantungnya, kemudian pemberian susu kalori tinggi.

“Harus kontrol teratur 3 sampai 6 bulan sekali, kontrol gizinya harus dilakukan terus,” jelasnya.

Sementara untuk Rohman – Rohim, keduanya dipulangkan setelah observasi keadaannya.

Khususnya untuk Rohman yang tidak memiliki penis dan harus kencing menggunakan kateter. Rohman juga harus secara rutin diperiksa batu buli-buli di kandung kemihnya.

“Kemarin Rohman juga habis diangkat batu di kandung kemihnya. Batu ini akan kami bawa untuk diperiksa kandungannya, sehingga bisa menerapkan diet pada makanan tertentu untuk mengurangi timbulnya batu lagi pada Rohman,” lanjutnya.

Spesialis Kardiologi anak,dr Mahrus Ar Rahman menambahkan kondisi Citra dan neyza tidak dapat dipisahkan lantaran dari hasil CT Scan, serambi kedua jantung menyambung. Dan tidak terlihat jelas batas kiri dan kanannya.

“Sehingga sulit memisahkan, karena jika salah memotong, takutnya malah akan membuat jantung berhenti.. Apalagi kondisi jantungnya terbalik, serambi dibawah dan biliknya diatas. Saat dipisah belum tahu apa bisa kembali posisinya seperti semula,” paparnya.

Karena beban operasi yang tinggi dan proses rekonstruksi yang sulit. Maka tim dokter memutuskan membiarkan Citra dan Neyza tetap dalam kondisi menyatu.

Selain mengawasi asupan gizinya. Tim dokter juga akan menyiapan sepatu khusus untuk membantu Citra yang lebih pendek agar tidak memberikan beban saat berjalan pada Neyza.

Sedang Endik Indahwati (37) terlihat menahan air matanya mendengar keputusan dokter.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved