Berita Sidoarjo
Geram PKL Tetap Jualan di Komplek Perumahan, Warga TPI Blokade Jalan
"Para PKL tak memiliki kesadaran akan peraturan. Mereka tetap nekat berjualan meski sudah dilarang. Penutupan jalan ini upaya terakhir kami."
Penulis: Irwan Syairwan | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SIDOARJO - Kesal dengan para PKL, warga Perumahan Taman Pinang Indah (TPI) Sidoarjo memblokade jalanan perumahan tersebut.
Tak tanggung-tanggung, warga menempatkan beton-beton bekas paku bumi untuk satu lajur jalan kawasan itu.
Ketua Paguyuban Warga TPI, Franky Effendi, mengatakan warga geram dengan ulah para PKL yang tetap berjualan di TPI meski telah dilarang Pemkab.
"Para PKL tak memiliki kesadaran akan peraturan. Mereka tetap nekat berjualan meski sudah dilarang. Penutupan jalan ini upaya terakhir kami," kata Franky, Kamis (30/6/2016).
Franky menyatakan meski jalan perumahan tersebut menjadi proyeksi pembangunan Jalur Lingkar Barat (JLB), status jalanan itu masih milik TPI. Karenanya, Franky beralasan penutupan jalan tersebut masih menjadi hak warga.
Menurutnya, para PKL ini tak menghormati hasil hearing pada 2015 lalu yang menyatakan kawasan TPI steril dari PKL.
"Bisa saja kami tutup seluruh akses jalan ini karena masih merupakan jalanan perumahan. Namun, kami masih membuka satu lajur jalan agar masih bisa digunakan masyarakat lainnya," sambungnya.
Sebelum melakukan penutupan jalan, warga telah memuat barrier di pinggiran jalanan sepanjang kurang lebih 2 km tersebut. Namun, para PKL tetap saja nekat berjualan.
Franky menuturkan berdasarkan kesepakatan hearing, para PKL bisa berjualan di kawasan Ponti atau sebelah barat GOR Delta.
"Kami pun minta ketegasan aparat untuk menertibkan para PKL itu," ujarnya.
Ditutupnya akses jalan TPI membuat arus kendaraan menjadi contraflow. Salah satu pengguna jalan, Muhajir Arifin, menyayangkan penutupan jalan tersebut karena menyebabkan kemacetan dan rawan kecelakaan bagi pengguna jalan yang tidak tahu.
"Saya tidak tahu alasannya ditutup. Tapi sebagai pengguna jalan, penutupan ini tentu mengganggu," tandas Muhajir.
Warga Larangan ini selalu menggunakan jalan TPI ketika akan bekerja di kawasan Waru. Penutupan ini akan berakibat rawannya kemacetan di saat jam sibuk.
"Apalagi ini masuk suasana mudik. Jalanan ini biasanya jadi jalur alternatif buat mudik. Kalau ditutup seperti ini tentunya juga akan mengganggu," ucapnya.
Kepala Satpol PP Sidoarjo, Mulyawan enggan mengomentari sikap warga yang memblokade jalanan tersebut. Mulyawan menyatakan bukan kapasitasnya untuk mengomentari sikap warga.
Kendati demikian, Mulyawan tetap akan menempatkan anggotanya untuk menjaga ketertiban kawasan tersebut dari para PKL.
