Profil
Menurut Permata Penalar, Dokter Harus Punya Hubungan Dekat dengan Pasien, Ini Alasannya
“Kalau hubungan baik terjaga, tentu pasien mau mengungkapkan ganjalan dalam dirinya sehingga membuatnya depresi.”
Penulis: Achmad Pramudito | Editor: Achmad Pramudito
SURYA.co.id | SURABAYA - Lulus dari Fakultas Kedokteran Umum Universitas Brawijaya dan ditempatkan di RS Jiwa Menur, Surabaya, membuat Permata Penalar harus terus belajar mengenai lingkungan barunya itu.
Beruntung sejak masuk di rumah sakit itu pada tahun 2011, sulung dari dua bersaudara ini tak pernah mengalami hal yang menakutka seperti dikesankan banyak orang.
Yang penting, menurut Permata, adalah sikap empati harus selalu ditonjolkan waktu berhadapan dengan pasien.
Selain itu, lanjut Permata, setiap dokter juga dituntut untuk menjaga hubungan baik dengan pasiennya.
“Kalau hubungan baik terjaga, tentu pasien mau mengungkapkan ganjalan dalam dirinya sehingga membuatnya depresi,” beber ibu satu anak ini.
Walau begitu, Permata yang juga aktif di Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Jawa Timur ini mengingatkan supaya dokter tidak terlalu dekat dengan pasiennya.
“Kalau kita terlalu dekat maka akan timbul ketergantungan pada kita. Itu yang harus dihindari karena dia harus tetap bisa menyelesaikan masalahnya sendiri,” cetusnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/permata-penalar_20160627_091334.jpg)