Citizen Reporter

Menantang Karang Pantai Siung, Berani?

berbeda dengan pantai pada umumnya, tebing karang di pantai Siung menjadi area panjat tebing yang sangat menantang.. berani?!

habibi isma romadhoni/citizen
Pesona karang pantai Siung 

Reportase : Habibi Isma Romadhoni
Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional Surabaya

PANTAI yang menyimpan potensi alam luar biasa salah satunya ya pantai Siung. Meski tak sepopuler pantai Baron, tetapi bagi para petualang panjat tebing, pantai ini merupakan tempat yang wajib dikunjungi.

Terletak di Kecamatan Tepus, 100 km dari Yogyakarta, pantai Siung menawarkan tempat pemanjatan yang menantang dan pesona pemandangan laut yang menarik. Banyak para pemanjat dari dalam maupun luar negeri berkunjung ke tempat ini untuk menaklukkan tebing pantai Siung.

Pantai ini cukup luas untuk melakukan bermacam aktivitas, dari bermain pasir dan ombak, memancing hingga bermain voli pantai. Kondisi pantai Siung tak terlalu ramai dan cenderung sepi sehingga sangat nyaman dan tenang untuk berlibur.

Salah satu pesona yang menonjol dari pantai ini adalah batu karangnya berukuran raksasa di sisi timur dan barat memiliki peran penting. Selain memperindah dan pembatas dengan pantai lain, karang tersebut menjadi dasar penamaan pantai ini.

Terletak agak menjorok ke laut, menurut Wastoyo, sesepuh di sana, penamaan pantai ini diambil dari bentuk batu karang tersebut yang menyerupai gigi kera atau siung wanara. Hingga sekarang batu tersebut masih dapat dinikmati keindahannya berpadu dengan gempuran ombak yang selalu menerpanya dan menyajikan pemandangan dramastis.

Karang berbentuk siung tersebut hingga kini masih bertahan dengan gerusan ombak dan menjadi saksi kejayaan wilayah Siung di masa lalu. Masih menurut Wastoyo, wilayah Siung pada masa para wali menjadi pusat perdagangan Gunungkidul. Tak jauh dari pantai, tepatnya di Winangun berdiri pasar. Di tempat tersebut berdiam Nyai Kami dan Nyai Podi, istri abdi dalem Kraton Yogyakarta dan Surakarta.

Sebagian besar warga Siung waktu itu berprofesi sebagai petani garam walau di tempat tersebut banyak terdapat jenis ikan, tetapi warga tak banyak yang melaut. Garam yang dihasilkan warga Siung menjadi barang dagangan utama di pasar Winangun.

Pasar berangsur sepi karena pasar dipindahkan ke Yogyakarta yang kini dikenal bernama Jowinangun. Singkatan dari Jobo Winangun atau luar wilayah Winangun.

 

The Best Rock Climbing Site

Kindahan batu karang Siung sendiri mulai berperan sekitar 1989 dengan kehadiran grup pecinta alam dari Jepang yang memanfaatkan tebing tersebut sebagai arena panjat tebing.

Di kawasan panjat tebing tersebut terdapat sekitar 250 jalur untuk pemanjatan dengan tingkat kesulitan dan karakteristik berbeda-beda. Banyak orang menyebut pantai Siung sebagai the best rock climbing site in Yogyakarta.

Pengunjung juga bisa naik ke deretan tebing karst yang megah berdiri di sisi barat pantai. Tebing ini biasa dipakai para pemanjat berolahraga dan uji keberanian panjat tebing. Di antara tebing tersebut tedapat tanah lapang yang biasa dipakai untuk berkemah dan menyalakan api unggun. Dari ketinggian tersebut pesona pantai Siung dapat disimak secara utuh. Sangat menakjubkan.

Tak jauh dari ground camp atau tempat berkemah tersebut berdiri rumah panggung kayu yang bisa dimanfaatkan untuk base camp atau bermalam. Sebuah pilihan selain mendirikan tenda di tempat ini. Ukuran base camp tersebut cukup untuk 15 orang dan dapat disewa dari warga setempat.

Saat malam tiba dan suasana mulai sepi, bila beruntung dapat dilihat sekelompok kera ekor panjang turun dari puncak tebing menuju pantai. Keberadaan kera ini mungkin satu alasan mengapa bentuk batu karang tersebut adalah gigi kera dan bukan gigi binatang lain.

 


Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved