Berita Ekonomi Bisnis
Jelang Lebaran, Produsen Smartphone Bidik Segmen Menengah Bawah
Head Of Mass Product Departement PT Smartfren Telecom Tbk, Hartadi mengatakan, dua varian Andromax terbaru diluncurkan untuk memperkuat penjualan.
Penulis: Mujib Anwar | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Segmen pasar menengah ke bawah masih incaran produsen smartphone di Indonesia.
Ini misalnya dilakukan PT Smartfren Telecom Tbk, dengan mengeluarkan dua produk Andromax terbaru. Yakni, Andromax A dan Andromax E2+.
Head Of Mass Product Departement PT Smartfren Telecom Tbk, Hartadi mengatakan, dua varian Andromax terbaru yang diluncurkan memang untuk memperkuat penjualan smartphone di kalangan menengah bawah.
"Segmen tersebut dibidik, karena paling banyak membeli produk kami. Makanya penetrasi dengan produk baru terus kita lakukan di segmen ini," ujarnya, Minggu (19/6/2016).
Menurut Hartadi, sejak diluncurkan tahun 2012, total penjualan Andromax Series di Indonesia hingga saat ini telah mencapai 7 juta unit. Dari jumlah itu, sekitar 2 juta unit merupakan handset 4G LTE.
"Untuk pelanggan data, 50 persen memang ditopang dari pengguna Andromax ini," terangnya.
Khusus tahun ini, pihaknya, kata Hartadi menargetkan penjualan Andromax sebanyak 2,9 juta unit. Dari target tersebut, hingga bulan Juni ini, penjualan sudah terealisasi sekitar 45 persen.
"Dengan keluarnya Andromax A dan Andromax E2+, kita optimis akhir tahun nanti dapat mewujudkan target penjualan 2,9 juta unit," imbuhnya.
Untuk Andromax A ditargetkan mampu berkontribusi 30 sampai 35 persen dari total target penjualan. Sementara pasar Andromax E dinilai akan positif. Terutama di kalangan anak muda yang ingin update teknologi dan pindah dari jaringan 3G ke 4G LTE.
"Apalagi cuma ditawarkan dengan harga dibawah Rp 1 juta, sementara kualitas sudah teruji," tegasnya.
Regional Head East Java Bali Lombok PT Smartfren Telecom Tbk, Muhammad Cahyadi menambahkan, pada bulan Juni, saat Ramadan dan menjelang Lebaran, pihaknya menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 40 persen untuk wilayah Jatim, dari target total penjualan Smartfren sebesar 250 unit untuk handset, mifi maupun kartu perdana.
"Biasanya kalau mau Lebaran rata-rata ingin semuanya baru, termasuk handphone," jelasnya.
Apalagi, menjelang Lebaran biasanya para pegawai dan pekerja mendapat tunjangan hari raya (THR) dari tempatnya bekerja. Nah, uang THR inilah bisa digunakan untuk membeli smartphone baru.
"Sekarang ini, Handphone kan sudah menjadi lifestyle (gaya hidup)," imbuh Cahyadi.