Breaking News:

Ikan Hiu dan Pari Banyak Dikirim dari Kalimantan ke Pulau Jawa, Ini Buktinya

Para nelayan menggunakan alat tangkap berupa pancing, gil net, maupun rawai untuk menangkap ikan.

kompas.com/ronny adolof buol
Ilustrasi, seorang pedagang ikan sedang memperlihatkan sirip hiu. 

SURYA.co.id | BALIKPAPAN - Ikan hiu dan pari banyak disajikan sebagai makanan dalam bentuk diasinkan, diasap, maupun dipanggang di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Ikan hiu juga banyak diekspor secara utuh ke Pulau Jawa.

Demikian hasil survei Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Pontianak Satuan Kerja (Satker) Balikpapan dalam rentang Mei 2016.

Dari survei tersebut terungkap, nelayan menangkap setidaknya 700 ikan hiu dan 170 ikan pari dari berbagai jenis.

Hasil survei ini hanya dari satu pangkalan pendaratan ikan di Balikpapan, yakni PPI Manggar di Kecamatan Balikpapan Timur.

PPI Manggar merupakan salah satu kampung nelayan terbesar di Balikpapan.

Tempat pendaratan ikannya dibangun Pemerintah Kota Balikpapan dan menjadi tanggung jawab Unit Pelaksana Teknis Dinas Pertanian, Kelautan, dan Perikanan.

Di sana ada 9 kapal nelayan penangkap hiu dan pari dengan kemampuan 2 GT, 5 GT, dan 6 GT.

Para nelayan menggunakan alat tangkap berupa pancing, gil net, maupun rawai untuk menangkap ikan. Sebelumnya, pernah ada 17 kapal penangkap hiu dan pari.

"Sudah lama tidak ada penelitian yang lebih detail untuk ini. Terakhir data dari LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) pada 2005, itu pun sebaran se-Kalimantan," kata Kepala Satker Balikpapan Andi Muh. Ishak Yusma, Selasa (14/6/2016).

Halaman
12
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved