Citizen Reporter
Sssstt Ada Pohon Berbuah Buku di SDN Tambaksumur Waru, Sidoarjo
butuh kreativitas memacu minat baca siswa sedari dini.. jurus pohon berbuah buku ini ternyata tokcer membuat siswa di sana doyan membaca buku..
Reportase : Yupiter Sulifan
Guru BK SMAN 1 Taman Sidoarjo
fb.com/juve sulifan
TANAMAN berkayu yang selama ini hanya berfungsi sebagai peneduh sekaligus mengurangi polusi. Namun, itu tidak berlaku di SDN Tambaksumur, Waru, Sidoarjo. Sekolah yang berada di kawasan tambak di ujung utara Sidoarjo ini bisa dibilang berhawa panas. Guna mengurangi hawa panas ini, di taman depan kelas ditanami aneka bunga dan pepohonan berkayu.
Keberadaan pepohonan berkayu ini, oleh kepala SDN Tambaksumur, Menik Indah Ningrum SPd, juga dimanfaatkan untuk sarana membangkitkan minat baca di kalangan warga sekolah, terutama murid-muridnya.
Sejak satu tahun yang lalu, tepatnya awal tahun pelajaran 2015-2016, Menik Indah Ningrum memanfaatkan pepohonan di sekitar halaman sekolah menjadi perpustakaan hidup. Artinya, setiap batang pohon dijadikan gantungan bahan bacaan. Dengan menggunakan seutas benang jahit kasur yang ujung bawahnya dikaitkan penjepit buku.
Walau masih tiga pohon yang dijadikan gantungan buku, masing-masing pohon rata-rata ‘berbuah’ 10 buku bacaan. Baik berupa majalah ilmiah populer, majalah keagamaan, majalah anak-anak, juga buku bacaan ringan tentang seri penemuan, buku bercocok tanam serta aneka bahan bacaan yang lainnya.
Bila musim hujan, bahan bacaan ini dimasukkan ke dalam kantong plastik agar tidak basah. Pemasangan bahan bacaan ini, pagi hari sebelum murid datang dan sore harinya, setelah murid pulang, bahan-bahan bacaan ini dilepas dan disimpan. Dalam satu minggu diadakan pergantian bahan bacaan di masing-masing pohon sebanyak dua kali. Dengan tujuan agar pembacanya tidak bosan.
Selama setahun berjalan ini, hasilnya bisa dilihat bahwa minat baca murid SDN Tambaksumur cukup meningkat dengan baik. Sambil bermain di halaman, mereka bisa membaca buku. Bahkan sambil makan minum bekal yang dibawa dari rumah, mereka juga bisa sembari membaca bahan bacaan yang disukainya.
Tak jarang murid-murid ini menanyakan ke kantor tentang judul buku yang terpasang lama tidak diganti. Atau melaporkan ke guru bila ada buku atau bahan bacaan yang rusak. Bahkan, orangtua atau wali murid yang menjemput anaknya juga banyak yang memanfaatkan waktu luangnya sambil membaca buku atau majalah yang tergantung di pohon.
Bahan bacaan yang terpasang di pohon ini selain berasal dari perpustakaan sekolah juga sumbangan dari dewan guru serta wali murid. Ada rencana, melihat antusias membaca yang begitu besar dari pohon buku ini, pihak sekolah akan memanfaatkan pilar-pilar atau tiang-tiang yang ada di depan kelas untuk meletakkan bahan bacaan. Semua ini dilakukan dengan tujuan, membaca tidak mengenal tempat, di manapun bisa menambah ilmu tak terkecuali dari pohon buku.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/perpustakaan-hidup_20160612_160902.jpg)