Wisata Kuliner
Gurihnya Kikil Sapi, Disiram Kuah Panas Plus Sambal dan Perasan Jeruk Nipis Bikin Lidah 'Meleleh'
Ada delapan potongan kikil sapi dengan kuah hangat kecokelatan. Kikilnya begitu empuk, tidak mengganjal di tenggorokan.
Penulis: Fitra Ariestianto | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | SURABAYA - Banyaknya warung kikil di Surabaya tidak membuat pelanggan Kikil Sapi Ria kehilangan penggemar.
Potongan kikil yang empuk disiram kuah panas gurih ditambah perasan sambal dan jeruk nipis, benar-benar memanjakan lidah pecintanya.

Kikil Ria yang dikelola Cak Kas, panggilan Kasdono di komplek pujasera (foodcourt) di Jl Embong Blimbing, Surabaya.
Ada lebih dari satu penjual. Semua kompak menggunakan kata 'Ria' di belakangnya.
Nama Ria ini sepertinya terpengaruh legenda kikil Pak Ratno, yang berjualan di bioskop Ria, Jl Kombes Pol M Duryat tahun 1965.
Warung Cak Kas tidak terlalu luas tapi ramai dikunjungi penggemar kikil.
Ketika Surya bertandang, sedikitnya delapan orang tengah bersantap di warung dengan dominasi cat biru dan hijau itu.

"Rata-rata tamu hotel di Jl Basuki Rahmad, pernah tamu dari Korea makan di sini," tutur Cak Kas.
Satu porsi kikil Rp 20.000 di sebuah mangkuk kecil, tambah lontong Rp 4.000.
Ada delapan potongan kikil sapi dengan kuah hangat kecokelatan. Kikilnya begitu empuk, tidak mengganjal di tenggorokan.
Empuknya kikil Cak Kas merupakan hasil dari proses presto 90 menit. Presto ditaruh di atas kompor yang panas.
Proses matang kikil terlihat dari uap air yang cukup banyak. Cak Kas mematikan api dan membiarkan hingga dingin.

:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-kuliner-kikil-surabaya_20160606_100031.jpg)