Selasa, 5 Mei 2026

Berita Surabaya

Begini Uniknya jika Seniman dari Berbagai Profesi Bertemu dalam Sebuah Pameran, Ini Karya Mereka

Gatut Kaca ini karya Rachmad Priyandoko, seorang seniman scribble, yaitu sebuah karya seni berupa coretan garis membentuk suatu rupa.

Tayang:
Penulis: Monica Felicitas | Editor: Parmin
surya/monica felicitas
Dua pengunjung mengamati dan memotret salah satu karya lukisan di House of Sampoerna, Surabaya, Rabu (25/5/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Memasuki ruang galeri House of Sampoerna Surabaya, Rabu (25/5/2016), pengunjung disuguhi sebuah pameran seni berbeda dari biasanya.

Robet (34) mengamati salah satu karya seni berupa kawat menyerupai tokoh kesatria Jawa, Gatut Kaca.

Gatut Kaca ini karya Rachmad Priyandoko, seorang seniman scribble, yaitu sebuah karya seni berupa coretan garis membentuk suatu rupa.

Siang itu Robet sengaja melihat pameran diberi berjudul 'Ampyang' bertajuk Kacang Cino Gulo Jowo.

Pameran ini perpaduan budaya lokal dan asing yang tumbuh di tengah masyarakat Indonesia, bertema akulturasi diwujudkan dalam bentuk lukisan dan seni rupa.

Hari Yong Condro, seorang fotografer senior yang melatarbelakangi pameran seni ini, menyebutkan pameran itu menggabungkan empat seniman Surabaya dari berbagai profesi yaitu Arsitek, Crafter, Graphic, dan Interior Designer.

Mereka adalah Aloysius Erwin, BG Fabiola, Nani Wijaya, dan Rachmad Priyandoko.

Keistimewaannya mereka adalah alumni UK Petra Surabaya, yang dipertemukan dalam suatu ketidaksengajaan dan langsung berencana membuat pameran.

Perpaduan latar belakang seni dari masing-masing seniman inilah yang menjadi inspirasi keempat seniman untuk menghasilkan beragam karya seni dengan gaya goresan dan media berbeda, totalnya berjumlah 20 buah.

"Pengerjaan karya saya dua hari, untuk satu karyanya. Tapi ya nyicil, saya potong kawatnya seni semua saya kerjakan sendiri. Saya ingin menunjukkan bahwa ini karya saya sendiri," kata Rachmad.

"Aliran seni saya scribble, yaitu coretan-coretan, seperti anak kecil, oret-oret ditembok tapi nanti oret-oretan benang ruwet tersebut menunjukkan suatu bentuk,"imbuh dosen Desain Interior UK Petra Surabaya.

Racmad mengaku karyanya ini baru pertama kali dibuat dalam tiga dimensi.

Berbeda pula dengan Aloysius Erwin. Dia mengaku dalam pameran kali ini dirinya menampilkan suatu lukisan perpaduan gaya sketch dan painting.

Lima karyanya merupakan penampilan wajah pemandangan Kota Surabaya tempo dulu.

Ia terinsipirasi dari salah satu jalan di Surabaya, bernama Jl Panggung, di sana ada unsur kekompakan antara orang beretnis China dan Madura.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved