Minggu, 12 April 2026

Berita Sidoarjo

VIDEO - Ketika Polisi Sidoarjo Mendadak Razia Pornografi di Sekolah dan Warnet

#SIDOARJO - Razia ini digelar untuk mencari konten pornografi di dalam gadget siswa maupun yang ada di warnet-warnet.

Penulis: Irwan Syairwan | Editor: Yuli

SURYA.co.id | SIDOARJO - Menekan kasus asusila di kalangan anak di bawah umur, Polsek Taman, Sidoarjo, Kamis (19/5/2016), menggelar razia gadget siswa sekolah dan warung internet (warnet).

Razia ini digelar untuk mencari konten pornografi di dalam gadget siswa maupun yang ada di warnet-warnet.

Para guru dan murid SMA Muhammadiyah Taman, seketika itu juga langsung kaget bukan kepalang ketika rombongan polisi Polsek Taman, Satpol PP, dan perwakilan Kecamatan Taman, mendatangi sekolahnya.

Kepala Sekolah (kasek) SMA Muhammadiyah Taman, Zainal Arif, sedikit terkejut dengan kedatangan para petugas ini.

Setelah dijelaskan oleh pimpinan rombongan, yaitu Kapolsek Taman, Kompol Sujut, kasek akhirnya memahami dan mulai memanggil siswa-siswinya yang sedang istirahat untuk membawa tasnya ke lapangan.

Puluhan siswa berbaris rapi di tengah lapangan. Satu per satu, petugas gabungan itu langsung memeriksa gadget para siswa. Davinda Marza (17) bingung saat diminta berbaris ke lapangan apalagi banyak petugas polisi.

"Gak tau ada apa. Saya pikir mau periksa narkoba, ee gak tahunya periksa gadget," kata Davinda.

Siswi kelas XI itu pun menyerahkan smartphone canggihnya ke petugas yang kemudian langsung diperiksa.

Davinda mengaku dia sama sekali tidak pernah mengakses hal-hal negatif ketika berselancar di dunia maya, meski ia mengetahui ada banyak situs-situs porno tersebut.

"Gak pernah (akses situs porno), dan gak bakalan juga. Mending internetan buat cari inspirasi atau berkarya," sambungnya.

Kasek SMA Muhammadiyah Taman, Zainal Arif, terlihat tenang saat razia dilakukan. Ia percaya anak asuhnya tak menyimpan konten porno.

Ternyata, pihak sekolah pun sering menggelar razia serupa secara internal. Dijelaskan, dalam sebulan setidaknya empat kali ia bersama guru-guru akan memeriksa gadget murid.

Meski diakui hal itu terkesan otoriter, langkah ini terpaksa dilakukan untuk melindungi siswa-siswinya agar tak terjerumus hal-hal asusila.

"Baik HP maupun laptop kami periksa secara berkala. Jadi ketika saat ini diperiksa polisi, saya yakin tak akan ditemukan sebab secara internal sudan kami lakukan terlebih dahulu," papar Zainal.

Usai merazia sekolah, tim gabungan merazia sebuah warnet di Jalan Raya Wonocolo. Petugas langsung terkejut ketika menemukan anak sekolah kelas IV SD di wilayah Wonocolo, Taman, yang masih menggunakan seragam sedang bermain game.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved