Event Surabaya
Ada Batik Legenda Majapahit di Grand City Surabaya
#SURABAYA - Saat memasuki ruangan Grand City Convex, Surabaya, Minggu (15/5/2016), bau malam cair, bahan pembuatan batik, tercium cukup menyengat.
Penulis: Monica Felicitas | Editor: Yuli
SURYA.co.id | SURABAYA - Saat memasuki ruangan Grand City Convex, Surabaya, Minggu (15/5/2016), bau malam cair, bahan pembuatan batik, tercium cukup menyengat.
Yeni Maria (39), yang saat itu sedang berjalan-jalan menghabiskan liburan akhir pekan bersama anaknya, terlihat disitu juga. Ia sengaja datang dalam acara Pameran Terbesar Batik Bordir dan Aksesori Fair di Grand City sejak 11 Mei 2016.
"Baru sempat datang sekarang, sehari-harinya kerja. Saya memang pengkoleksi batik dari berbagai daerah di Indonesia," katanya.
Ia sengaja ke acara ini untuk melihat Batik Legenda Majapahit, yang terpampang berbagai motif dan berukuran jumbo di depan pintu masuk pameran.
"Wahh ini keren sekali," katanya dengan pandangan takjub melihat ragam batik Majapahit itu.
Yeni menceritakan, di rumahnya telah tersedia ratusan berbagai batik dari seluruh penjuru di Indonesia. Menariknya, dengan jumlah sebanyak itu, Yeni tak bosan untuk selalu membeli batik, meskipun dengan harga yang sangat fantastis.
"Kalau sudah suka dan hobi selalu saja harus keturutan. Karena ragam batik baik warna maupun motif semakin lama semakin berkembang," paparnya.
Tren batik memang tidak pernah punah dan semakin berkembang dalam desain maupun akaesorisnya. Acara ini merupakan kerjasama antara PT Debindo dan Disperindag Jatim.
Acara tahunan itu diadakan sejak 2006. Tahun ini mengusung tema 'The best typical fashion of Indonesian for the world'. Saat soft opening, menghadirkan anak-anak yayasan Al-Khafi dan diresmikan setelahnya pada Kamis (12/05/2016) oleh Gubernur Jawa Timur.
Pameran Batik Bordir dan Aksesoris mengalami peningkatan setiap tahunya. Pada tahun 2015, pesertanya 195 dan tahun ini menjadi 209.
Produk yang dijual dalam pameran ini meliputi baju, celana, kain batik, songket, aksesoris, sepatu dan tas. Kisaran harga untuk battik dan aksesoris antara Rp 150 ribu hingga puluhan juta rupiah.
Ketua Penyelenggara, Dadan Koeshendarman selaku Direktur Utama PT Debindo mengatakan, animo masyarakat untuk mengenakan batik sangat tinggi.
"Kalau tahun lalu target omzet Rp 5,25 miliar, tahun ini Rp 6,3 miliar. Belum lagi, pekan depan ada pekan Swadesi yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya, yang setiap harinya harus mengenakan batik," ungkapnya.
Kepala Disperindag Jawa Timur, Muhammad Adi, mengatakan, acara ini sudah mengalami banyak ujian yang bertubi-tubi sehingga setiap tahunya menjadi lebih baik lagi.
"Saat ini Pemerintah Daerah terus mendorong dan memasarkan produk-produk unggulan dalam Negeri khususnya Jawa Timur untuk bersaing di Nasional maupun Internasional. Batik Bordir, kulit, dan perhiasan saat ini menjadi produk unggulan Jawa Timur," paparnya.
