Jumat, 24 April 2026

Berita Surabaya

Utomo Deck Gandeng CBC Group Jepang Tawarkan Listrik Tenaga Surya untuk Industri

#Surabaya - Utomo Deck akan mengembangkan Pusat Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai ceruk bisnis baru

Penulis: Mujib Anwar | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.co.id/Sugiharto
Direktur Pemasaran Utomodek, Anthony Utomo (kanan) bersama Owner Utomodek, Darmawan Utomo dan Manager CBC Co, Katsuhiko (tengah) menjelaskan atap Utomo Solaruv di Kantornya, Senin (2/5/2016). 

SURYA.co.id I SURABAYA - PT Utomo Deck akan mengembangkan Pusat Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai ceruk bisnis baru, untuk ditawarkan ke kalangan industri di Indonesia. Namanya, solar emergency rooftop system.

Kepastian itu, setelah PT Utomo Deck meneken nota kesepahaman dengan perusahaan asal Jepang, CBC Group, Senin (2/5/2016) di Surabaya.

MoU diteken langsung oleh Owner PT Utomo Deck Darmawan Utomo dan Electronic Devices & Materials Divition Tokyo EDM Department New Business Group CBC Group, Katsuhiko Iwamoto.

Hadir juga Toshimichi Koga Deputi Consul General Konjen Jepang di Surabaya dan Kepala BPM Pemkot Surabaya Eko Agus Supiadi.

Direktur Operasional dan Marketing PT Utomo Deck, Anthony Utomo mengatakan, dalam bisnis baru yang akan dikembangkan, perusahaan spesialis atap ini akan menyiapkan infrastruktur atap bertenaga matahari (sonar panel) untuk dipasang di bangunan pabrik.

Atap ini dapat menghasilkan energi listrik dan akan diberikan gratis kepada pabrik. Perawatan juga akan diberikan secara cuma-cuma.

"Jadi investasi termasuk perawatan, semua kami yang nanggung. Itu kita lakukan, karena pembuatan solar panel ini biayanya cukup besar," ujarnya.

Anthony menyebut, untuk menghasilkan 1 mega watt listrik, sonar panel harus dipasang di lahan industri yang memiliki lahan minimal 7.000 m2, dan biaya yang dikeluarkan mencapai Rp 20 miliar.

Namun karena investasinya gratis, industri yang mau menggunakan harus mau meneken kerjasama minimal 15 - 20 tahun. Yakni, membeli listrik hasil tenaga surya tersebut. Salain itu, kapasitas yang dilayani juga minimal 150.000 watt atau 150 KVA.

"Tapi harganya saya jamin lebih murah 3 - 5 persen dari harga listrik yang dijual PLN," jelasnya.

Dikatakan Anthony, usai pemandangan MoU, pihaknya akan langsung menawarkan listrik tenaga surya yang diproduksinya bersama CBC Group kepada industri di Indonesia. Hingga akhir 2016 ini, diharapkan 5 megawatt bisa terjual dan dimanfaatkan oleh 10 pabrik. "Tiap pabrik 500.000 watt," imbuhnya.

Pihaknya juga yakin, ceruk bisnis ini akan prospektif. Karena sinar matahari di Indonesia masih lebih banyak dan lebih panjang dibanding negara lain.

Selain itu, yang memakai sonar cell yang masuk katagori green energy ini juga masih sangat sedikit, bahkan diyakini belum ada.

"Apalagi pemerintah sendiri juga mendorong adanya sumber listrik dari energi terbarukan. Salah satunya energi yang bersumber dari matahari," tukas Owner PT Utomo Deck Darmawan Utomo.

Bahkan tahun ini, pemerintah sudah mencanangkan ada penambahan 142.000 megawatt listrik untuk memenuhi kebutuhan energi di Indonesia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved