Kamis, 30 April 2026

Berita Surabaya

Instruksi Menteri BUMN Tak Digubris, Okupansi Hotel Inna Simpang Turun Drastis

#Surabaya - Perintah Menteri BUMN agar sesama perusahaan BUMN melakukan sinergi ternyata tidak diindahkan alias tak berjalan di lapangan.

Tayang:
Penulis: Mujib Anwar | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.co.id/Mujib Anwar
Anggota Komisi VI bidang BUMN DPR RI Bambang Hardjo (kanan), didampingi Maryanto, GM Hotel Inna Simpang, saat menjelaskan hasil sidak di Hotel Inna Simpang, Surabaya, Senin (2/5/2016) sore 

SURYA.co.id I SURABAYA - Perintah Menteri BUMN agar sesama perusahaan BUMN melakukan sinergi ternyata tidak diindahkan alias tak berjalan di lapangan.

Ini terlihat dari hasil sidak Anggota Komisi VI bidang BUMN DPR RI Bambang Hardjo, di Hotel Inna Simpang, Surabaya, Senin (2/5/2016) sore.

Sidak digelar, untuk melihat kesiapan hotel sebagai salah satu infrastruktur pariwisata.

Menurut Bambang, tidak diindahkannya instruksi Menteri BUMN terlihat dari rendahnya okupansi tamu yang menginap dan pelaksanaan acara dari BUMN yang ada di Hotel Inna Simpang.

Pada kuartal pertama tahun ini (Januari - Maret 2016), jumlahnya hanya 3 persen saja. Padahal pada kuartal yang sama tahun 2015 lalu, jumlahnya masih mencapai 20 persen.

"Ini kan sangat aneh. Ada instruksi agar sesama BUMN melakukan sinergi, tamu malah turun. Mestinya tamu dari BUMN yang menginap bisa naik menjadi 60 persen," tegasnya, didampingi Maryanto, GM Hotel Inna Simpang.

Fakta tersebut, kata politisi Partai Gerindra menunjukkan Kementrian BUMN tidak konsisten. Membuat kebijakan, tapi tidak dilaksanakan di lapangan. Padahal BUMN yang berkantor di Surabaya jumlahnya mencapai 119.

"Ini benar-benar sangat ironi. Instruksi Menteri tak diindahkan sama sekali. Mestinya Bu Menteri konsisten," sergahnya.

Padahal, lanjutnya, jika dari 119 perusahaan BUMN yang ada di Surabaya, 10 persennya saja yang mau menggunakan Hotel Inna Simpang, tamu pasti sudah cukup banyak.

Apalagi kamarnya sangat layak untuk orang BUMN dan pejabat negara. Lokasinya juga strategis, cukup nyaman dan mendukung produktifitas.

Selain itu, jumlah hotel milik BUMN yang ada di Surabaya juga masih sangat sedikit. Hanya sekitar enam hotel saja.

Untuk memastikan tak diindahkannya instruksi sinergi antar BUMN, pihaknya, kata Bambang akan menelepon langsung Menteri BUMN Rini Soemarno untuk minta penjelasan.

"Ini penting dan harus clear. Karena keberadaan hotel sangat mendukung target pemerintah menarik wisatawan sebanyak-banyaknya datang ke Indonesia," imbuhnya.

Selain sinergi memanfaatkan hotel, sinergi di bidang lain juga harus dilakukan antara sesama BUMN. Misalnya, sinergi dalam memanfaatkan layanan transportasi antar moda untuk mendukung pariwisata.

Transportasi darat bisa memakai bus Darmi, udara pakai maskapai Garuda, rel menggunakan kereta api, dan transportasi laut memakai kapal Pelni.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved