Jumat, 10 April 2026

Berita Kediri

Woow, Sarung Goyor Buatan Bandarkidul Kediri Tembus Turki

"Sebenarnya kami sayangkan, tapi itu untuk memudahkan ekspornya," tambahnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Yoni
surya/Didik Mashudi
Perajin kain tenun Bandarkidul masih mengandalkan alat tenun manual, Kamis (28/4/2016). 

SURYA.co.id | KEDIRI - Kain sarung goyor khas buatan Bandarkidul telah mampu menembus pasar ekspor. Tapi kain sarung tersebut tidak memakai nama pembuatnya dari usaha kecil menengah (UKM) Kota Kediri.

"Kain sarung tenun sudah diekspor sampai ke Turki dan Banglades. Namun labelnya bukan memakai nama UKM yang membuatnya," ungkap Yetty Sisworini, Kepala Diperindagtamben Kota Kediri, Kamis (28/4/2016).

Dari hasil penelusurannya, kain sarung goyor itu diekspor dengan merk dan eksportir dari Gresik.

"Sebenarnya kami sayangkan, tapi itu untuk memudahkan ekspornya," tambahnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Kain sarung goyor buatan para perajin dari Bandarkidul biasa dijual dengan harga Rp 200.000 - Rp 350.000 per potong. Kain sarung yang dibuat dengan alat tenun bukan mesin ini butuh waktu sehari penuh untuk membuatnya.

Harsono, salah satu perajin kain tenun mengakui produknya sudah mampu menembus pasar ekspor. Hanya saja belum memakai label merk sendiri.

"Selain Turki dan Banglades sudah banyak yang dipasarkan ke Singapura dan Malaysia," jelasnya.

Sementara Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibah menyebutkan, untuk pemasaran di dalam negeri produk kain tenun sudah tidak ada masalah. Kendala yang dialami jika ada pesanan banyak para perajin tidak mampu untuk memenuhi.

Saat ini perajin kain tenun telah mengurus untuk mendapatkan merk hak patent. Namun pengurusan itu masih belum kelar karena di pusat ternyata ada nama yang sama.

Terkait dengan kualitas produk saat ini tengah diupayakan supaya hasil kain tenun setiap perajin punya standar yang sama.

"Pemkot terus mendorong kualitas yang standar. Malahan saat ini semua PNS di Kota Kediri setiap Kamis dan Jumat diwajibkan memakai seragam kain tenun Bandarkidul," ungkapnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Pemasaran juga terus digencarkan sehingga, kain tenun Bandarkidul telah dikenal di tingkat nasional.

Untuk membantu pemasaran perajin UKM kain tenun Bandarkidul mendapatkan pelatihan pemasaran melalui internet. Pelatihan ini hasil kerja sama Pemkot Kediri, PT Telkom dan Kantor Bank Indonesia Kediri.

Dengan pemasaran melalui jalur internet yang dapat diakses di seluruh dunia. Bandarkidul telah menjadi Kampung UKM Digital dengan harapan pemasaran dapat diakses ke seluruh dunia.

Saat ini ada belasan perajin kain tenun yang mempekerjakan ratusan karyawan. Para pekerja ini ada yang bagian tenun, memintal, mewarnai serta membuat desain.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved