Jumat, 10 April 2026

Berita Mojokerto

Tinjau Warga BC, Korem Siapkan Personel Jelang Bebas Prostitusi

"Yang pasti pendekatan tetap dilakukan agar tak ada gesekan dan berjalan smooth," ujar mantan Dandim Sidoarjo ini kepada Surya (TRIBUNnews.com Network

Penulis: Sudharma Adi | Editor: Yoni
surya/sudarma adi
Danrem 082 Mojokerto Kol (Kav) Gathut Setyo Utomo (bertopi bawa tongkat komando) didampingi pengurus Yayasan Mojopahit Djody Stariaji (kiri baju putih) saat melihat kondisi warga di Balong Cangkring yang dikelola yayasan, Rabu (27/4). 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Mendekati deklarasi bebas prostitusi per 29 Mei mendatang yang dicanangkan Pemkot Mojokerto, TNI AD perlu mempersiapkan pengamanan dan kegiatan non fisik di wilayah Balong Cangkring (BC) yang selama ini dikelola Yayasan Mojopahit.

Ini terlihat dengan peninjauan TNI AD di wilayah BC pada Rabu (27/4/2016).

Peninjauan itu dipimpin langsung Komandan Korem 082 Mojokerto Kol (Kav) Gathut Setyo Utomo bersama staf dan beberapa pengawal.

Dia datang dan meninjau kondisi warga di BC. Gathut meninjau kondisi di sana ditemani pengurus Yayasan Mojopahit, Djody Stariaji.

Mereka kemudian bertanya pada beberapa warga yang tinggal di sana terkait kondisi kehidupan dan pekerjaan.

Saat meninjau kondisi warga, Djody juga memperlihatkan rumah-rumah warga yang selama ini dikelola Yayasan Mojopahit.

Dalam perbincangan dengan danrem, Djody juga mengaku akan mengikuti ketentuan dari pemerintah.

"Kami tentu akan patuh pada pemerintah," ujarnya.

Sedangkan Danrem Mojokerto Kol Gathut Setyo Utomo menjelaskan, dia dan beberapa staf datang ke BC agar mengerti persoalan yang terjadi, terkait rencana deklarasi bebas prostitusi nanti.

"Saya memang baru tiga hari menjabat sebagai Danrem dan saya perlu mendapatkan info terkait bebas prostitusi ini," tuturnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Rabu (27/4/2016).

Dia menilai, rencana deklarasi bebas prostitusi di Kota Mojokerto ini bagian dari keinginan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Program ini bukan seperti yang seperti di DKI Jakarta, dimana sampai ada penggusuran di Kalijodo.

"Yang pasti pendekatan tetap dilakukan agar tak ada gesekan dan berjalan smooth," ujar mantan Dandim Sidoarjo ini kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Disinggung tentang kegiatan ketika deklarasi digelar, dia sudah merencanakan dua hal, yakni kegiatan non fisik dan komunikasi dengan Yayasan Mojopahit.

"Kami memang juga menyiapkan personel untuk deklarasi mendatang. Namun kami tetap mengedepankan komunikasi agar tak terjadi benturan fisik," pungkasnya.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved