Berita Jombang
Isi Libur Jelang Kelulusan, Santri di Jombang Belajar Ternak Ikan Bawal, Begini Serunya
Di pondok yang lokasinya berbatasan dengan Kecamatan Kandangan Kediri itu, terlihat kesibukan para santri berlatih menjaring ikan, memilih induk.
Penulis: Sutono | Editor: Parmin
SURYA.co.id | JOMBANG - Beragam cara dilakukan lembaga pendidikan guna mengisi hari libur. Di antaranya dengan membekali anak didik berupa keterampilan wirausaha memelihara atau beternak ikan bawal.
Itulah yang dilakukan Pondok Pesantren (Ponpes) Attahdzib, Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Jombang, dalam memanfaatkan hari-hari libur menjelang pengumuman kelulusan sekolah pascaujian nasional (Unas).
Para santri yang tinggal menunggu pengumuman kelulusan, dibekali keterampilan wirausaha ternak ikan bawal.
Dalam kegiatan itu, santri dilatih tata cara memijahkan ikan dan memelihara ikan hingga panen.
Diharapkan setelah lulus lulus sekolah lanjutan atas (SMA/MA/SMK), kelak santri bisa menjadi guru atau profesi lain namun juga bisa menjadi pengusaha sukses.
Di pondok yang lokasinya berbatasan dengan Kecamatan Kandangan Kediri itu, terlihat kesibukan para santri berlatih menjaring ikan, memilih induk ikan.
Selanjutnya, setelah memilih indukan ikan, santri membawanya ke ruang pemijahan, lantas menyuntik ikan dan memasukkan ikan ke kolam khusus, untuk menetaskan telur ikan.
Kemudian, ada juga santri yang belajar menyerok benih-benih ikan yang baru menetas, dan selanjutnya jentik atau benih ikan ditebarkan ke kolam khusus dan diberi beri pakan. Semua atas petunjuk sang pengasuh.
Awal mula santri diajari tata cara memilih induk ikan bawal yang sudah siap untuk dipijahkan. Tak jarang indukan yang belum siap dikawinkan terpaksa dilepaskan kembali, sampai mendapakan induk yang siap dijodohkan.
Setelah didapat ikan yang siap dipijahkan, ikan indukan dibawa ke ruang pemijahan khusus di ruangan dengan suhu panas tertentu. “Sebelum dipijahkan, ikan terlebih dahulu disuntik dengan hormon,” kata Pengasuh Ponpes Attahdzib, KH Ahmad Masruh, Senin (25/4/2016).
Selama dua belas jam kemudian, telor ikan sudah keluar dan siap ditetaskan di tempat khusus dengan pemberian udara maksimal. Setelah itu ikan sudah menjadi jentik yang dipindahkan di bak khusus.
Baru setelah berumur satu minggu, benih ikan siap ditebar di kolam pembesaran di kolam tanah yang sirkulasi airnya bagus.
“Saat berumur empat bulan ikan sudah siap dipanen. Di tingkat petani ikan bawal laku Rp 15.000 perkilogramnya,” kata KH Ahmad Masruh.
Salah satu santri, Muhammad Ali Muhsin, mengaku, dia mengikuti kegiatan pembekalan pondok ini dengan harapan untuk mendapatkan ilmu wirausaha ternak ikan.
“Sehingga setelah lulus kelak, kami bisa berusaha ternak ikan bawal,” kata Ali Muhsin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-jombang-jatim-ternak-ikan_20160425_230432.jpg)