Liputan Khusus Dana Desa
Wali Kota Batu Andalkan APBD, Desa Pendem Khawatir Tak Dapat Bantuan Lagi
Ia sudah berulang kali mengadukan masalah itu ke pemkot maupun DPRD setempat.
SURYA.co.id | MALANG - Kepala Desa Pendem, Kota Batu, Tri Wahyuono Effendi terus menyimpan kekhawatiran di benaknya.
Program-program desa yang telah ia susun bersama perangkat lainnya terancam batal.
Itu terjadi jika Pemkot Batu tidak bersedia mencairkan dana desa, dengan anggapan apa yang diberikan ke desa dari APBD Kota Batu sudah cukup.
Dengan hanya mengandalkan bantuan dari APBD, pembangunan Desa Pendem terbatas.
Tri Wahyuono tak ingin di desanya hanya ada program pavingisasi.
Dia ingin ada juga program-program lain yang menunjang kemajuan desa.
Maka, untuk merealisasikan program-program itu, perlu pendanaan lebih.
Bantuan dari APBD berkisar antara Rp 500 juta hingga Rp 800 juta per tahun.
Padahal, banyak desa di Kota Batu yang memiliki potensi tersendiri untuk menunjang kemajuan ekonomi.
Kalau uang hanya habis memasang paving saja, tidaklah cukup memajukan desa. “Kami berharap tahun ini cair,” harap Effendi, Senin (11/4/2016).
Jika betul-betul dana desa itu tidak cair tahun ini, Tri hanya bisa pasrah menjalankan program apa adanya. Ia akan menggunakan dana seadanya semaksimal mungkin.
Effendi yang juga Ketua Asosiasi Petinggi dan Lurah (Apel) se-Kota Batu pada Jumat (8/4) mendatangi Wali Kota Eddy Rumpoko untuk memastikan apakah dana desa bisa cair. Namun, Pemkot Batu masih belum memberi kepastian.
Ia sudah berulang kali mengadukan masalah itu ke pemkot maupun DPRD setempat.
Pemkot Batu memang menolak dana desa tahun lalu. Ini sesuai dengan surat Wali Kota Batu nomor 140/422.011/2015 tentang pengalihan dana desa. Tahun ini pun dana desa terancam tidak cair.
Wali Kota Eddy Rumpoko beralasan, anggaran Kota Batu saat ini sudah cukup untuk membiayai pembangunan desa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-liputan-khusus-paving-jalan_20160413_094244.jpg)