Rabu, 22 April 2026

Liputan Khusus Gizi Buruk

Minimalisir Balita Kurang Gizi, Kader Posyandu Harus Cerewet, Ini Alasannya

Sikap cerewetnya semata-mata agar para ibu rajin memberi ASI eksklusif anaknya.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Titis Jati Permata
surya/samsul hadi
Ny Rubiyati (kiri) Koordinator Posyandu Teratai 2 RW 5 Kelurahan Jemurwonosari, Surabaya, saat memeriksa bayi salah satu warganya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Merasa menjadi ujung tombak dalam pengentasan kurang gizi pada balita, Rubiyati (50), koordinator kader Posyandu Teratai 2 RW 5, Kelurahan Jemurwonosari, Kecamatan Wonocolo, Kota Surabaya selalu bersikap kritis kepada para ibu-ibu yang punya anak balita.

Sikap kritisnya itu menjadikannya orang yang cerewet. "Jadi, kader modalnya hanya cerewet. Meski saya sudah cerewet, masih saja ada ibu yang tidak memberikan ASI ke bayinya," kata Rubiyati, Selasa (5/4/2016).

Sikap cerewetnya semata-mata agar para ibu rajin memberi ASI eksklusif anaknya.

Ia bersyukur sekarang tidak ada kasus kurang gizi maupun gizi buruk di lingkungannya.

Kasus balita gizi buruk terakhir di wilayahnya terjadi lima tahun lalu.

Ketika itu ada satu balita terkena gizi buruk dan sempat dirawat inap di rumah sakit.

"Ketika itu saya merasa kecolongan. Camat, lurah, sampai puskesmas harus datang ke sini. Soalnya balitanya belum terdata. Orangtuanya baru pindah dan tidak lapor, jadi tidak terpantau," ujar perempuan yang sejak 1984 sudah menjadi kader posyandu.

Belajar dari kasus itu, Rubiyati semakin gencar sosialisasi masalah gizi seimbang kepada orangtua balita.

Selain mengadakan posyandu, tiap bulan, para kader juga memberikan penyuluhan soal gizi buruk kepada orangtua balita.

Ia juga meminta para ibu agar memberikan ASI ke balita sampai usia 2 tahun.

Tak hanya itu, para kader terkadang juga harus mendatangi satu per satu rumah orangtua balita untuk sosialisasi.

Terutama ketika ada balita yang berat badannya tidak naik setelah dua kali ikut penimbangan di posyandu.

"Kami akan datangi rumahnya. Orangtuanya kami tanya kenapa berat badan bayinya tidak naik. Apa sakit atau karena ada hal lain. Kalau tiga kali posyandu tetap tidak naik, langsung kami rujuk ke puskesmas," ujarnya.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Sumber: Surya Cetak
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved