Selasa, 28 April 2026

Berita Bangkalan Madura

Awalnya Malu Sekolah Paket C, tapi Kembali Bersemangat demi Anak-anak, Ini Pengakuan Peserta Ujian

Ny Masruroh (28), siswa Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Ngadeg Parjugeh Kecamatan Socah, Bangkalan Madura.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Parmin
surya/ahmad faisol
Ny Masruro bersama dua anaknya saat mengikuti Unas Paket C di SDN 2 Keleyan, Bangkalan, Rabu (6/4/2016). 

SURYA.co.id | BANGKALAN MADURA - Belajar tak mengenal waktu dan usia. Selama semangat perubahan masih ada, kesempatan belajar selalu terbuka.

Seperti dilakukan Ny Masruroh (28), siswa Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Ngadeg Parjugeh Kecamatan Socah.

Ibu muda dengan dua anak asal Desa Keleyan itu, memilih melanjutkan sekolah Kejar Paket C lantaran ingin meningkatkan pendapatannya sebagai ibu rumah tangga.

"Awalnya malu tapi mau bagaimana lagi karena anak sudah dua," ungkap Masruroh yang dijumpai di waktu jeda Ujian Nasional (Unas) Paket C di SDN Keleyan 2, Rabu (6/4/2016).

Dalam kesempatan itu, perempuan kulit sawo matang itu membawa dua anaknya yang berusia tiga tahun dan delapan bulan.

Keduanya dibawa serta ketika ia mengerjakan soal Bahasa Inggris dan Ekonomi, dua mata pelajaran yang diujikan siang itu.

"Anak-anak tidak ada yang menjaga di rumah, terpaksa saya bawa ke sekolah. Saya pun lebih tenang mengerjakan soal ketika anak-anak ada di samping saya. Saat sekolah pun saya sering bawa," pungkasnya.

Unas sengaja dimulai sejak pukul 14.00 seperti halnya rutinitas kegiatan belajar mengajar.

Hal itu lantaran para siswa Paket C mayoritas pesertanya buruh tani dan kuli bangunan.

Pembina PKBM Ngadek Parjugeh Kecamatan Socah, Hariadi mengatakan, tercatat sebanyak 32 siswa Paket C dan Paket B 24 siswa dengan usia tertua mencapai 53 tahun.

"Unas kali dibagi menjadi dua ruangan. Alhamdulillah semua hadir. Mereka aktif dalam kegiatan belajar mengajar setiap hari," ungkap Hariadi.

Ia menjelaskan, tugas dan kewajiban siswa PKBM tak jauh berbeda dengan siswa di sekolah pada umumnya. Tugas - tugas sekolah dan belajar kelompok sudah menjadi rutinitas siswa.

Hanya, intensitas proses belajar mengajarnya cukup dua jam dan siswa wajib masuk sekolah dua kali dalam seminggu di hari Jumat dan Minggu.

"Biasanya dimulai sejak pukul 2 siang hingga pukul 4 sore," jelasnya.

Ia menambahkan, beragam semangat yang melatar belakangi para pelajar Paket C.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved