Berita Lamongan
Sudah Dua Minggu, Pembunuh Pedagang Sayur Belum Terungkap
"Belum juga didapat petunjuk yang mengarah kepada pelaku,"ungkap Paur Subbag Humas, Ipda Raksan kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Selasa (5/4/201
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Yoni
SURYA.co.id | LAMONGAN - Terhitung sudah 15 hari ini sejak ditemukann korban Iswatun (36), pedagang sayur keliling yang tewas lantaran dibunuh, tubunya tanpa busana di hutan Desa Munungrejo, Kecamatan Ngimbang, Sampai saat ini pelaku pembunuhan belum tertangkap.
Bahkan belum juga ada titik terang siapa sejatinya yang menghabisi nyawa korban.
Polisi sudah memeriksa beberapa orang saksi, tapi belum juga ada titik terang. Terhitung sudah ada sekitar 10 saksi periksa juga belum ada petunjuk untuk mengurai pelakunya.
Pada hari kedelapan lalu, polisi terhitung meminta keterangan sebanyak 7 orang saksi.
Tujuh orang saksi ini dimintai keterangan secara silang, ada yang diperiksa di polres dan polsek Ngimbang.
Meski belum ada titik terang, tim resmob yang diterjunkan masih terus bergerak melakukan penyelidikan untuk dapat menangkap pelakunya.
Yang jelas, tujuh orang saksi yang secara maraton diperiksa itu semuanya orang dekat korban. Dua di taranya, suami dan anaknya. Lainnya, tiga lelaki dan dua perempuan.
"Belum juga didapat petunjuk yang mengarah kepada pelaku,"ungkap Paur Subbag Humas, Ipda Raksan kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Selasa (5/4/2016).
Bahkan ada saksi perempuan yang menjadi teman curhat korban juga dimintai keterangan. Polisi juga sudah mengembang memintai keterangan seorang laki - laki, yang rumornya menjadi teman dekat korban.
Sampai sekarang banyak dugaan - dugaan dan penafsiran - penafsiran tanpa dasar kalau matinya Iswatun itu karena terlibat cinta segitiga.
Diakui Raksan, polisi tidak boleh putus asa dan terus intens melakukan pengembangan penyelidikan di lapangan. Selain berkutat di wilayah Lamongan, diantaranya juga mulai mengembang ke luar kota.
Polisi tetap optimistis bisa menemukan siapa pelakunya. Sebab, ada petunjuk lain yang sekiranya dapat dijadikan bahan penelusuran.
Hanya, saja petunjuk itu masih menjadi rahasia dan pegangan polisi.
Polisi kini juga sedang berusaha keras mencari barang bukti itu milik korban, berupa sepeda motor. Polisi akan mencari barang bukti dan berusaha mencari pembuktian terkait kasus yang menggegerkan Lamongan ini.
Hasil otopsi jelas, korban meninggal karena dibunuh, diantaranya dengan cara dicekik lehernya.
Sejumlah kalangan menafsirkan, pelaku benar - benar rapi. Sehingga tak sampai meninggalkan jejak apapun yang bisa terbaca polisi.
Sementara itu, seperti diberitakan Surya sebelumnya, korban yang tercatat sebagai warga Desa Purwokerto, Kecamatan Ngimbang ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di hutan Desa Munungrejo, Senin (21/3/2016) lalu.
Jasad korban ditemukan dalam keadaan tanpa busana, tangan terikat, leher bekas jeratan dan beberapa bagian tubuhnya memar memar bekas penganiayaan. Sementara wajahnya terdapat bekas luka hantaman benda tumpul.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/ilustrasi-mayat-2_20150422_124152.jpg)