Citizen Reporter
HelloFest Kukuhkan Malang Raya Kota Kreatif Digital di Indonesia
untung ada Poweranger yang berhasil menyadarkan Anoman yang terhasut makhluk halus... kegembiraan para KostuMasa pun membuncah...
Reportase : Iven Ferina Kalimata
Mahasiswa Program Keahlian Bisnis dan Industri Universitas Negeri Malang
@ivenfeka
HELLOFEST Malang Raya yang dihelat Minggu (3/4/2016) di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang seakan mengukuhkan Kota Malang sebagai kota kreatif digital di Indonesia. Perhelatan gratis yang mengusung konsep nonton 100 konten kreatif ala movie concert itu dikemas dalam sejumlah aksi. Dari pemutaran film pendek, presentasi kreator kreatif, seremoni, hingga peragaan.
Sebagai kota kreatif karena banyak menelurkan kreasi konten digital dan wilayah paling produktif dalam pengiriman karya animasi dan video pendek ke HelloFest. Konsep yang ditawarkan pun sangat menarik. Yakni menyaksikan film tak ubahnya seperti menonton konser musik.
Alasan utama mengusung kreasi video durasi pendek adalah banyaknya kreativitas yang bermunculan dari sisi ide, cerita, dan tema. Hal ini juga banyak melahirkan filmmaker.
HelloFest sendiri merupakan program dari HelloMotion, lembaga pengembangan desain, animasi dan produk kreatif. Sekarang bergerak sebagai komite tetap di event computer graphic terbesar di Asia, Asiagraph Jepang. Wahyu Aditya, founder HelloFest, fokus di konten visual kreatif.
Nah, HelloFest Malang Raya ini menghadirkan bermacam bentuk kreatif dari kreator ternama. Seperti, Derek Tan asal Singapura dari platform video online, Viddsee.com. Youtube artist, Eka Gustiwana, Nadya Rafika dan Bayu Skak, juga Wiryadi Dharmawan, kreator animasi serial Trio Hantu Cs.
Pembukaan acara pun dibuat sangat kreatif dengan tampilan aksi panggung peragaan KostuMasa, sebutan untuk pengunjung yang tampil dengan pakaian esentrik bertema karakter Indonesia.
Contohnya Nusantaranger. Mengisahkan perjuangan Srikandi yang menyembunyikan kotak hitam berpassword dari jarahan Anoman yang telah terhasut mahluk halus. Anoman pun sua Nusantaranger berkostum Poweranger yang akhirnya berhasil menyadarkannya.
Kotak hitam pun diamankan dan saat dibuka di dalamnya ditemukan kain bertuliskan HelloFest Malang Raya. Penonton pun berteriak riuh.
Uniknya, di setiap perpindahan sesi selalu diselingi lima hingga 10 film pendek berdurasi delapan detik.
Salah satunya film #8DetikPas! dimainkan dua lakon berseragam SMA. Keduanya bertemu di jalan dan saling sapa.
“Heh anak siapa loe?” si A nyolot.
“Anak Bapak loe!” jawab si B berani.
“Kaka?” sambung A.
“Adik?” jawab si B.
Lalu keduanya berpelukan dan tamat.
Puncak acara HelloFest Malang Raya ditandai dengan pengumuman pemenang utama lomba video 1 Menit #KotaKreatifku yang diraih kreator dari Solo dengan judul video Batik Solo. Koleksi menarik dari Festival Film Malang juga ditampilkan dan acara berakhir usai penampilan Band Tani Maju.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/hellofest_20160405_170535.jpg)