Kamis, 9 April 2026

Berita Malang Raya

Mahasiswi di Malang Buang Bayi ke Tempat Sampah, Suaranya Keras

#MALANG - L yang berasal dari daerah Indonesia Timur itu kemudian membuang bayinya ke tempat pembuangan sampah di pinggir Sungai Sukun

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Yuli
south china
ILUSTRASI 

SURYA.co.id | MALANG - Mahasiswi pembuang bayi, L, diperkirakan melahirkan seorang diri. Ia melahirkan di kamar mandi di rumah kos berlantai dua di Jalan Hasyim Ashari Gang 4 RT 4 RW 5 Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Sabtu (2/4/2016) malam.

L yang berasal dari daerah Indonesia Timur itu kemudian membuang bayinya ke tempat pembuangan sampah di pinggir Sungai Sukun yang mengalir sekitar 10 meter dari rumah kos tersebut, Minggu (3/4/2016).

Ia membuang bayinya setelah dibungkus memakai kain dan tas kresek berwarna hitam. Belum diketahui secara pasti, apakah anaknya terlahir hidup atau sudah meninggal dunia.

Namun ketika warga menemukannya, bayi itu sudah meninggal dunia.

Warga sekitar melihat L membuang sesuatu ke tempat itu.

"Suaranya keras juga. Tadi pagi subuh, tetapi dikiranya buang sampah biasa karena dibungkus tas kresek," ujar Ny Yuni, ibu kos L, kepda SURYA.co.id.

Yuni tidak tinggal satu rumah dengan rumah kos yang ditempati L. Ia bersama keluarganya tinggal di gang yang sama tetapi beda RT. Yuni mendapatkan cerita itu dari beberapa orang yang tinggal di rumah kos yang ditempati L.

Di rumah kos perempuan itu, ada tiga orang penghuni. Yuni memastikan rumah kos itu memilik peraturan ketat. Laki-laki tidak boleh menginap di rumah kos itu. Yuni sendiri mengaku tidak tahu jika L hamil.

Ia mengetahui kehamilan L setelah ada temuan mayat bayi di pinggir sungai dekat rumah kosnya. Sedangkan suaminya, Ahmad Rodai, yang sempat melihat bayi itu langsung mencurigai L.

"Wajah bayi itu Indonesia Timur," ujar Rodai. Apalagi ia sempat mendapatkan bisikan dari tetangganya, jika salah satu anak kosnya hamil, yakni L. L baru beberapa bulan terakhir kos di rumah itu.

Ia sempat pindah kos selama empat bulan. Barulah lebih dari tiga bulan lalu, ia kembali kos di rumah tersebut. Warga sekitar mencurigai jika L berbadan dua.

Sehingga ketika ada temuan mayat bayi itu, kecurigaan warga mengarah ke salah satu penghuni rumah kos milik Rodai dan Yuni. Polisi pun bergerak ke rumah kos itu setelah mendapatkan laporan tentang temuan bayi.

Polisi menginterogasi L di rumah tersebut. Polisi juga menemukan sejumlah obat dan ramuan obat penggugur kandungan dari daerah asal L. Dari interogasi awal itu, polisi mendapati jika L telah melahirkan.

Tetapi bayinya tidak ada di dalam rumah kos tersebut. L yang diduga kuat membuang bayi yang telah dilahirkannya.

"Masih kami selidiki dulu, sementara ini dia kami bawa untuk dimintai keterangan," ujar Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP Tatang Prajitno Panjaitan. L kemudian dibawa ke Mapolres Malang Kota sekitar dua jam setelah penemuan bayi itu. Polisi juga meminta keterangan dari Yuni dan RT setempat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved