Berita Surabaya
Direktur KBS: KBS Tak Hanya Tempat Konservasi Ex Situ, Tapi Juga Ruang Terbuka Hijau
#Surabaya - Inilah tujuan ganda Kebun Binatang Surabaya. Selain kawasan konservasi, kebun binatan ini jadi tempat terbuka hijau
Penulis: Neneng Uswatun Hasanah | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.co.id I SURABAYA - "Kebun Binatang Surabaya (KBS) bukan hanya sebagai konservasi satwa ex situ, tapi juga sebagai satu-satunya ruang terbuka hijau di wilayah Darmo," ujar Dr Aschta Boestani Tajudin, Direktur KBS di acara Joint Seminar Green Network Indonesia-ITS.
Acara yang bertema Menuju Hidup Sehat, Hijau, Lestari itu dilaksanakan di Ruang Sidang Rektorat lantai 1 kampus ITS Sukolilo, Minggu (03/04/2016) siang.
KBS sebagai wilayah konservasi ex situ, dikatakan Aschta, menawarkan banyak hal dari mulai edukasi pengenalan flora dan fauna hingga pelayanan umum dan wisata keluarga.
"Edukasi juga dilakukannya dengan benar, seperti interaksi satwa dan anak hanya diperbolehkan dengan pantauan pihak kami dan orangtua. Interaksi itu juga hanya boleh dengan hewan yang tidak terancam punah," jelasnya.
Namun karena keterbatasan lahan, diakui Aschta, KBS hanya bisa memanfaatkan lahan 30 persen secara maksimal untuk kandang dan fasilitas.
"70 persen wilayah dijadikan ruang terbuka hijau karena memang penting untuk satwa juga, terutama untuk burung," tutur wanita yang sudah 20 tahun berkontribusi dalam rehabilitasi orangutan itu.
Konservasi ex situ seperti KBS, tambah Aschta, seharusnya menjadi pendukung dan ambasador konservasi in situ seperti yang dilakukan di luar negeri. Namun di Indonesia penerapan seperti itu belum dilakukan.
"Coba ya, kami punya satwa berjumlah 2.200 individu dan itu hanya dari 110 spesies. Kalau menurut saya itu belum bisa dinamakan konservasi. Dari 10 Harimau Sumatra juga mereka dari satu spesies," keluh Aschta.
Selain itu, KBS merupakan cagar budaya karena dibangun sejak 1940an dan beberapa adalah bentuk bangunan pertama di Indonesia.
"Sarang burung berbentuk bundar, contohnya, itu pertama di Indonesia ya di KBS. Dibangun oleh penjajah Jepang dan sampai saat ini masih asli bentuk bangunannya," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/plt-dirut-bonbin_20150605_125320.jpg)