Rabu, 6 Mei 2026

Berita Jombang

Melihat dari Dekat Tablo Jalan Salib di Gereja Santa Maria Jombang

#JOMBANG - Tablo sengsara Yesus di kayu salib ini guna mengingatkan umat Katolik agar semakin meningkatkan keimanannya kepada Tuhan.

Tayang:
Penulis: Sutono | Editor: Yuli
sutono
Tablo atau kreasi teaterikal tanpa dialog bertema Jalan Salib di Gereja Katolik Santa Maria, Jalan Wahid Hasyim, Jombang, 25 Maret 2016. 

SURYA.co.id | JOMBANG - Peringatan hari wafatnya Yesus Kristus di Jombang diwarnai dengan pergelaran ‘tablo’ bertema jalan salib yang dipusatkan di Gereja Santa Maria, Jalan Wahid Hasyim, Jombang, Jumat (25/3/2016).

Tablo sengsara Yesus di kayu salib ini guna mengingatkan umat Katolik agar semakin meningkatkan keimanannya kepada Tuhan. Tablo berarti seni teater atau drama tanpa dialog, yang mengisahkan cerita legenda, cerita rakyat, cerita sejarah.

Prosesi tablo Jalan Salib ini dikerasi dan dimainkan para Muda-mudi Katolik (Mudika) Jombang. Intinya memperagakan seluruh adegan sengsara Yesus Kristus, mulai dari pencambukan Yesus hingga proses penyalibannya.

Sepanjang prosesi penyaliban, kesengsaraan Yesus divisualisasikan secara nyata. Mulai dari penjemputan paksa dan dianiaya tentara Romawi, disiksa secara kejam, hingga kematian Yesus di kayu salib.

Selama proses penyiksaan, kaki dan tangan Yesus diborgol. Sedangkan pada bagian kepalanya, dipasang mahkota berduri. Sebanyak empat orang tentara Romawi diperankan para remaja berpakaian hitam layaknya algojo.

Para algojo ini tanpa belas kasihan mencambuk tubuh Yesus, yang diperankan seorang remaja bercelana pendek dan tubuhnya dibungkus jubah putih. Cambukan dilakukan berulangkali. ‘Yesus’ pun tersungkur berkali-kali.

Usai para remaja ini melakukan proses Jalan Salib. Yesus yang mengalami luka parah, berjalan sembari memikul kayu salib dari depan gedung Pengadilan Negeri (PN) Jombang, tak jauh dari gereja Katolik Santa Maria.

Setelah ‘Yesus’ berjalan sekitar 100 meter sembari memikul kayu salib, tepat di depan Gereja Katolik Santa Maria, jubah Yesus dilucuti para algojo, sebelum akhirnya disalib di kayu, hingga meninggal dunia.

Pendeta Gereja Katolik Santa Maria, Romo Mathius Suwarno Projo mengatakan, Tablo Jalan Salib ini dilakukan untuk mengingatkan umat Katolik atas perjuangan dan pengorbanan Yesus di masa lampau.

“Acara ini dilaksanakan, untuk mengenang apa yang dialami Yesus dahulu. Yaitu meninggal di kayu salib,” terangnya. Menurutnya, penderitaan Yesus kala itu, bukan karena pengkhianatan bangsa Yahudi serta imam pemuka agama saat itu.

Jalan penderitaan itu, sambungnya merupakan sebuah pilihan yang diambil sendiri oleh Yesus Kristus sebagai bentuk atau tanda ketaatannya kepada Allah.

“Dengan disalib itulah, akhirnya harapan kabahagiaan manusia tentang kehidupan tercapai. Dan penderitaan Yesus saat itu, kini menjadi sumber rahmat bagi umat Katolik. Sehingga, umat Katolik patut mengenangnya, mengingatnya,” tambahnya.

Diharapkan, dengan kegiatan ini umat Katolik di Kabupaten Jombang meningkatkan imannya kepada Tuhan Yesus. Sehingga dapat menciptakan kehidupan yang harmonis diantara sesama.

“Kami mengambil tema ‘Yesus Kristus sebagai hakim yang murah hati’. Maknanya, Allah yang mau mengampuni dosa manusia. Semoga ini menjadi cermin bagi kita umat Katolik,” tandasnya.

Ditambahkan, gambaran penyiksaan Yesus dalam jalan salib bukanlah penyiksaan biasa, melainkan sebuah pengorbanan Yesus yang luar biasa, agar umat manusia memiliki jiwa cinta kasih kepada sesama.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved