Berita Surabaya
Pelajar SMP Mudah Terpengaruh Konsumsi Pil Koplo karena Harga Semurah Ini
#SURABAYA - "Kalau dari kalangan pelajar banyak yang menggunakan pil double L atau pil koplo karena harganya yang murah," ujarnya.
Penulis: Dya Ayu | Editor: Yuli
SURYA.co.id | SURABAYA - Dinas Pemuda dan Olahraga Surabaya bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Surabaya melakukan sosialisasi bahaya narkoba di Balai Pemuda, Kamis (24/3/2016).
Sosialisasi itu diikuti sekitar 200 perwakilan pelajar SMA negeri dan swasta di Surabaya serta mahasiswa dari perwakilan kampus negeri dan swasta.
Kepala BNN Surabaya AKBP Suparti mengakui bahwa saat ini banyak pelajar yang lebih berani membawa ganja atau obat terlarang.
"Saat itu ada sekolah yang mengadakan razia, setelah itu mereka laporkan ke kami, sangat prihatin dengan kondisi saat ini," ucapnya.
Suparti mengimbau para guru untuk lebih jeli dan rutin melakukan razia pada siswanya. Berdasarkan temuan di lapangan, banyak pelajar terpengaruh dari luar, contohnya kenal kakak kelas yang sudah lulus karena kasus drop out (DO).
"Biasanya di warkop-warkop, mereka janjian di situ dan mengajak teman. Harusnya para guru lebih waspada," paparnya.
Suparti juga mengimbau para orangtua ikut mengawasi saat anak mereka berada di rumah.
"Kelihatannya di rumah baik-baik saja sehingga orangtua tidak begitu mengamati perubahan perilaku anaknya, itu membahayakan," ujarnya.
Selain memberikan sosialisasi pada pelajar, BNN juga memberikan advokasi atau pelatihan pada guru-guru untuk mengetahui indikasi pelajar yang menggunakan narkoba.
"Kalau dari kalangan pelajar banyak yang menggunakan pil double L atau pil koplo karena harganya yang murah," ujarnya.
Menurut dia, pil koplo itu terjangkau uang saku kebanyakan pelajar SMP. "Harganya murah, seribu dapat tiga, mereka pakai itu buat penghilang stres karena pelajaran sekolah katanya," ujar Suparti.
Suparti menambahkan, wilayah Kecamatan Semampir adalah kawasan terbanyak penyalahgunaan narkoba.
Hal ini sesuai dari kasus yang ditangani, ungkap kasus maupun dari rehabilitasi warga di sana.
Sementara, Kepala Dispora, M Afghani Wardhana, berharap, para pelajar mengerti dampak buruk penggunaan narkoba.
"Ini sebagai rem atau eliminer bahaya narkoba yang luar biasa buruknya untuk generasi muda, dan sebagai langkah cepat instansi terkait untuk pencegahan narkoba," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-surabaya-gedung-balai-pemuda-narkoba_20160324_182914.jpg)